BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Masalah
Surat
Paulus kepada Jemaat di Filipi (disingkat Surat Filipi) adalah salah satu kitab
dalam Alkitab Kristen bagian Perjanjian Baru yang merupakan surat kiriman Rasul
Paulus untuk jemaat Kristen yang ada di kota Filipi. Surat ini dikelompokkan
sebagai surat-surat dari penjara bersama-sama dengan surat Paulus kepada jemaat
di Efesus, Kolose, dan Filemon. Bagian
pengantarnya menyebutkan bahwa Paulus dibantu oleh rekan sekerjanya yaitu
Timotius dalam pengiriman surat kepada jemaat Filipi. [1]
Filipi
(Yunani: Φίλιπποι - PHILIPPOI, harf: pecinta kuda) adalah kota di timur laut
Yunani yang diberi nama menurut Filipus II dari Makedonia. Kota ini dikukuhkan
kembali oleh Markus Antonius sebagai perkampungan veteran tentara Roma yang
berjaya (41 sM), dan diperluas dengan perkampungan tambahan pada 31 sM den dikelola
sebagai kotapraja Romawi.[2]
Apakah
kauingat kota Filipi dan Efesus dalam Cerita 110? Paulus membantu mendirikan
sidang Kristen di kota-kota itu. Sekarang, pada waktu di penjara, Paulus
menulis surat kepada orang-orang Kristen di sana. Surat-surat itu ada dalam
Alkitab, dan disebut dengan nama Efesus dan Filipi. Kini Paulus mengatakan
kepada Timotius apa yang akan ditulis kepada rekan-rekan Kristen .[3]
Lima
ciri utama menandai surat ini. Sifatnya sangat pribadi dan penuh kasih sayang,
serta mencerminkan hubungan akrab Paulus dan orang percaya di Filipi. Sangat memusatkan perhatian kepada Kristus,
serta mencerminkan hubungan dekat Paulus dengan Kristus. Memberikan salah satu
pernyataan yang paling mendalam mengenai Kristologi dalam Alkitab. Merupakan terutama suatu "surat sukacita"
PB. Menyajikan standar kehidupan Kristen yang sangat kuat, termasuk hidup
dengan rendah hati dan sebagai seorang hamba, berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk mencapai tujuan, bersukacita selalu di dalam Tuhan, mengalami kebebasan
dari kecemasan, merasa senang dalam segala keadaan, dan melakukan segala hal
karena kasih karunia Kristus yang memberi kekuatan.[4]
Kemudian
timbul sebuah permasalahan yang dihadapi penulis, mengenai Filipi 3:2, ayat itu
berbunyi “hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap
pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu.
“ Yang menjadi ketertarikan penulis adalah pada kata “penyunat-penyunat” yang
maknanya tidak dapat dimengerti secara langsung. Apabila dicari dalam kamus
besar bahasa Indonesia maka kata “penyunatpenyunat” tidak dapat ditemukan.[5]
Kemungkinan ini adalah sebuah kata yang merupakan frasa yang merupakan bagian
kalimat yang terbentuk dari dua kata atau lebih yang
hanya menduduki satu fungsi atau jabatan.[6]
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka penulis mengidentifikasi
beberapa permasalahan yaitu:
1.
Apa
makna kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2?
2.
Apakah
makna Teologi kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2?
3.
Apakah
aplikasi yang dapat diambil dari kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2?
Tujuan Penelitian
Dalam
penulisan makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan yang ingin didapatkan
dari penelitian ini.
1.
Mencari
tahu makna kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2.
2.
Mencari
tahu makna Teologi kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2.
3.
Mencari
tahu aplikasi yang dapat diambil dari kata “Penyunat-penyunat” dalam Filipi 3:2.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kata “Penyunat-penyunat” Dalam Bahasa Yunani
Dalam bahasa Yunani, ayat Filipi 3:2 adalah “Βλέπετε
τοὺς κύνας, βλέπετε τοὺς κακοὺς ἐργάτας, βλέπετε τὴν κατατομήν” apabila dibaca
dalam latin, “Blepete tous kunas, blepete tous kakous ergatas, blepete tēn katatomēn.” Dan dalam bahasa
aslinya “Penyunat-penyunat adalah “katatomēn“
yang di terjemahkan oleh Alkitab Terjemahan baru sebagai “penyunat-penyunat.”
Apabila kata “katatomēn”
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah: “The False Circumcision.” Demikian adalah terjemahan dari kata “katatomēn” yang hanya memiliki satu arti
dalam bahasa Inggris yaitu “The False
Circumcision” atau apabila diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia adalah “Sunat Palsu.”
Terjemahan Alkitab lain
Seperti
ayat lainnya, ayat Filipi 3:2 tentunya memiliki banyak terjemahan yang dapat
menolong penulis, dalam mendapatkan tujuan dari penulisan makalah, diantaranya:
1.
New
International Version “Watch out for those dogs, those evildoers, those mutilators
of the flesh.”
2.
New
Living Translation “Watch out for those dogs, those people who do evil, those mutilators
who say you must be circumcised to be saved.”
3.
English
Standard Version “Look out for the dogs, look out for the evildoers, look out
for those who mutilate the flesh.”
4.
King
James Bible “Beware of dogs, beware of evil workers, beware of the concision.”
5.
International
Standard Version “Beware of the dogs! Beware of the evil workers! Beware of the
mutilators!”
6.
Aramaic
Bible in Plain English “Beware of dogs; beware of evildoers; beware of the circumcisers.”
7.
GOD'S
WORD® Translation “Beware of dogs! Beware of those who do evil things. Beware
of those who insist on circumcision.”
8.
Weymouth
New Testament “Beware of 'the dogs,' the bad workmen, the self-mutilators.”
9.
Alkitab
Bahasa Indonesia Sehari-hari “Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang
melakukan hal-hal yang jahat, orang-orang yang pantas disebut 'anjing'. Mereka
mendesak supaya orang-orang disunat.”
10. Alkitab Bahasa Toba “Bereng hamu angka
biang; bereng hamu angka pangula na jahat; bereng hamu parsunaton na torbang!”
Di atas
adalah beberapa terjemahan Alkitab yang sengaja diambil untuk mewakili
terjemahan lain yang sama. Diantaranya menggunakan kata “mutilators of the
flesh” yang artinya “penyunat daging”, “to be saved mutilators who say you must
be circumcised” yang artinya “penyunat yang mengatakan harus disunat untuk
selamat “, “mutilate the flesh” yang artinya “sunat daging”, “concision” yang
artinya “amputasi’, “the mutilators” yang artinya “penyunat”, “the circumcisers”
yang artinya penyunatan, “circumcision” yang artinya penyunatan, “the
self-mutilators” yang artinya “penyunat diri”[7], “mendesak supaya orang-orang
disunat”, “parsunaton na torbang” yang artinya
“persunatan yang berlebihan.”[8]
Kata “katatomēn“
dalam Ayat Lain
Penulis
mencari kata “katatomēn“ dalam ayat
lain juga, agar supaya mendapatkan perbandingan dari ayat-ayat yang ditemukan.
Tetapi hasilnya tidak ditemukan penggunaan kata
“katatomēn“ dalam ayat lain
dalam kitab perjanjian baru lainnya. Dengan kata lain hanya Filipi
yang menggunakan dan ditulis “katatomēn“ dalam bukunya.
Fungsi Sunat dalam Budaya
Orang Yahudi dan dalam Kesehatan
Tentunya
sunat ada bukan karena sembarang ada, pasti ada asal usul mengapa ada istilah
sunat sampai saat ini, mengenai siapa yang memulai dan berfungsi untuk apa
dalam kehidupan sehari-hari.
Fungsi Sunat dalam
Budaya Orang Yahudi
Sunat
sangat penting untuk Yahudi, dengan lebih dari 90% penganut sudah disunat
sebagai kewajiban agama. Dasar dari kewajiban ini ditemukan di dalam Taurat,
dalam Kejadian pasal 17, di mana perjanjian sunat dibuat untuk Abraham dan
keturunannya. Sunat Yahudi adalah bagian dari ritual brit milah, yang dilakukan
oleh pesunat spesialis (seorang mohel) pada hari kedelapan dari kehidupan anak
laki-laki yang baru lahir (dengan pengecualian tertentu seperti sakit).
Konversi ke Yahudi juga harus disunat, mereka yang sudah disunat menjalani .
ritual sunat secara simbolis.[9]
Fungsi Sunat bagi
Kesehatan
Untuk
menjaga kebersihan. Dengan sunat, akan membuat pria lebih mudah membersihkan
penisnya. Sunat dapat menghindari penumpukan kotoran. Sebab setelah kencing,
biasanya masih ada tersisa di kulit (kulup penis) yang akhirnya dapat
menyebabkan iritasi kronis. Untuk menghindari kanker prostat. Penelitian di
Universiy of Quebec’s INRS-Institut Armand-Frappier di Montreal, Kanada
menyebutkan bahwa sunat akan mengurangi risiko terinfeksi penyakit kelamin
menular yang menjadi salah satu penyebab kanker prostat. Untuk menghindari HIV.
Pria yang sudah dikhitan memiliki risiko rendah untuk terkena penyakit menular
seksual, salah satunya adalah HIV. Menurut penelitian Dr. Lance Price dan
rekan-rekannya dari George Washington University, AS, sunat dapat mengurangi
resiko terinfeksi HIV hingga 50 persen. Untuk menghindari infeksi ginjal &
kandung kemih. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Brian Morris, profesor
ilmu kedokteran molekular dari Sydney Medical School, University of Sydney,
disebutkan bahwa anak laki-laki yang tidak dikhitan sepuluh kali lebih rentan
terserang infeksi ginjal, kandung kemih, dan uretra daripada bocah yang
dikhitan. Sebagai penyumbang Bakteri Baik. Menurut penelitian yang dilakukan
oleh ilmuwan dari Indiana University, populasi
bakteri baik secara signifikan dipengaruhi oleh sunat.
[10]
Komentar Beberapa Pihak
Ellicot’s
Commentary
Dengan kat-kata yang keras Santo Paulus menyatakan
penolakannya untuk membanggakan sunat, di mana Yahudi membanggakan diri. untuk
"kami," katanya, "adalah sunat yang benar," Israel sejati
dari perjanjian baru. Dalam Efesus 2:11 ia menyatakannya sebagai "yang
disebut sunat dalam daging yang dibuat oleh tangan manusia." Di sini ia
berbicara lebih keras, dan menyebutnya sebagai "amputasi," karena
merupakan “materai” atau lambang(Roma 4:11). Ada serangan yang masih lebih
mengejutkan kepada orang yang bersikeras untuk “sunat” dalam
Galatia 5:12, agar setiap orang yang memaksakan sunat
agar dikebirikan saja.[11]
Mathew Henry
Concise Commentary
Waspadalah
terhadap amputasi tersebut; oleh kiasan elegan untuk nama sunat, ritual yang orang Yahudi lakukan untuk
membanggakannya, juga beberapa guru palsu Kristen. Setelah waktu reformasi,
mendesak untuk dilakukan karena diperlukan bagi keselamatan, dan memaksa itu
dari orang lain, Kisah 15: 1, Galatia 5: 2,4 Galatia 6:12. Di sini Paulus, di sarkasme suci menyatakan
bahwa sama sekali membuat penyunatan hanya dari kulit, dikutuk oleh Allah
sebagai kafir, Imamat 19:28, 21: 5, di mana LXX menggunakan preposisi yang sama
dalam kata majemuk. Rasul Paulus di sini
menghina hal yang kini tidak membawa keuntungan apa-apa, tidak ada kekudusan,
tidak ada kehormatan untuk setiap orang Kristen apabila hanya disunat kulitnya
saja.[12]
Pulpit Commentary
Amputasi
(κατατομή, cutting, mutilasi); kata untuk menghina "sunat"
(περιτομή). Bandingkan penggunaan menghina Yahudi Isbosheth, pria malu, untuk
Eshbaal, pria Baal, dll sunat mereka tidak lebih baik dari “memotong kulit”.
Amati paronomasia(kata yang terdengar sama tetapi maknanya berbeda)[13], kombinasi
kata-kata, yang umum di surat-surat St. Paulus.
Winer memberikan banyak contoh di sekte.[14]
Sunat Rohani
Paulus
memberikan pandangan yang berbeda dibandingkan apa yang dipikirkan oleh orang
yahudi yang menganggap sunat itu harus dilakukan secara fisik, mengingat yang
dilakukan oleh Abraham. Dalam kitab Filipi 3:3 “Karena kitalah orang-orang
bersunat, yang beribadah oleh Roh
Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah.” Kolose 2:11 “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia,
tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang
berdosa.”[15]
Dengan kata lain, sunat yang dimaksud oleh Paulus adalah bukan hanya sekedar
sunat
lahiriah
atau fisik, melainkan kerohanian yang menanggalkan dosa.
BAB III
KESIMPULAN
Terjemahan dan Komentar yang Diikuti
Dari 10
terjemahan yang telah didapatkan penulis mengikuti terjemahan dari: New Living
Translation “Watch out for those dogs,
those people who do evil, those mutilators who say you must be circumcised to
be saved.” Yang menggunakan kata “mutilators
who say you must be circumcised to be saved” atau didalam bahasa Indonesia
“Orang yang memaksakan sunat agar selamat.” Sunat bukanlah hanya sekedar sunat
yang memotong kulit khatan seorang pria, bukan hanya sebagai bentuk fisik yang
diwariskan tanpa mengetahui maknanya, karena apabila hanya sekedar sunat, maka
artinya tidak lebih dari sekedar memotong kulit. Setiap orang harus waspada kepada anggapan
bahwa setiap orang harus disunat untuk mendapatkan keselamatan, yang artinya
bahwa tidak disunat maka tidak akan selamat. Paulus mencba untuk
menegur orang-orang yang beranggapan seperti itu.
Pandangan Penulis
Kata
“Penyunat-penyunat Palsu” dapat diganti menjadi “Orang yang memaksakan sunat agar
selamat.” Yang berarti bahwa orang-orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai
keturunan Abraham yang lahiriah. Yang membanggakan sunat sebagai tanda
perjanjian Allah kepada nenek moyang mereka dan memastikan keselamatan mereka.
Yang menganggap bahwa untuk mendapatkan keselamatan harus melakukan sunat
lahiriah, dan orang yang tidak disunat maka tidak akan selamat. Dalam arti kata
lain, mereka menganggap diri mereka paling benar.
Padahal keselamatan itu adalah karunia Allah bagi umat
manusia.
Makna Teologi dari Kata “Penyunat-Penyunat”
Filipi
3:2 yang menggunakan kata sunat dalam ayatnya memiliki hubungan dengan Filipi
3:3 “Karena kitalah orang-orang bersunat,
yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal
lahiriah.” Kolose 2:11 “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh
manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh
yang berdosa.” Dengan kata lain, sunat
yang dimaksud oleh Paulus adalah bukan hanya sekedar sunat lahiriah atau fisik,
melainkan kerohanian yang menanggalkan dosa. Maka makna Teologi yang ada dalam
ayat ini adalah, Kristus akan “menyunat” kita dalam arti kata, Kristus yang
adalah Tuhan yang akan membersihkan kita dan
memotong tubuh berdosa kita.
Aplikasi dari kata
“Penyunat-penyunat Palsu”
Umat-umat Kristen memang bukanlah keturunan Abraham secara lahiriah ,
bukan keturunan Yakub dan bahkan bukan orang Israel. Dimana Tuhan telah
bersumpah kepada Abraham untuk memeberikan berkat melalui keturunanya
menyatakan keselamatan melalui keturunanya. Dengan simbol “sunat” yang harus
dilakukan oleh keturunannya sebagai bukti bahwa dia adalah keturuna Abraham.
Tetapi umat-umat Kristen dapat melakukan “sunat rohani” yang meninggalkan
“tubuh berdosa” atau melepaskan dosa-dosa mereka, sehingga Kristus akan
melayakkan mereka melalui karakter mereka yang bersedia membuang dosa mereka,
meskipun merasakan sakit, layaknya sunat.
[1]Wikimedia, “Surat Paulus kepada
Jemaat di Filipi”, Wikipedia: [Journal on-line]; available from
https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Paulus_kepada_Jemaat_di_Filipi;
Internet; accessed 30 September 2015.
[2]Inventia, “Filipi”,Sarapan pagi
Biblika: [Journal on-line]; available from
http://www.sarapanpagi.org/filipi-vt7257.html; Internet; accessed 30 September
2015.
[3]Jehovah’s Witnesses,”Paulus di
Roma”, JW.ORG : [Journal on-line]; available from
https://login.unai.edu/login?dst=http%3A%2F%2Fwww.jw.org%; Internet ;
accessed 20 Oktober 2015.
[4]Yayasan Lembaga Sabda, ”Filipi”
Alkitab Sabda, : [Journal on-line]; available from http://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=50&chapter=2&verse=12;
Internet ; accessed 20 Oktober 2015.
[5]Ebta Setiawan, “Kamus Besar
Bahasa Indonesia” , KBBI, : [Journal on-line]; available from http://kbbi.web.id/; Internet ; accessed 20
Oktober 2015.
[6]Khiki Hapsa, “Frasa dan
Macamnya”, KhikihapsaBlogspot: [Journal on-line]; available from http://khikihapsha.blogspot.co.id/;
Internet ; accessed 29 Oktober 2015.
[7]Google, “Terjemahan”, Google
Translate: [Journal on-line]; available from https://translate.google.com/;
Internet ; accessed 18 November 2015.
[8]Arthur MS, “Kamus Bahasa Daerah
Indonesia”, Kamus Daerah: [Journal on-line]; available from
http://www.kamusdaerah.com/?bhs=b&bhs2=a&q=parsunaton+na+torbang+;
Internet ; accessed 18 November 2015.
[9]Wikimedia, “Sunat”, Wikipedia:
[Journal on-line]; available from https://id.wikipedia.org/wiki/Sunat#Yahudi;
Internet ; accessed 18 November 2015.
[10]Angelina Windy, “5 Manfaat
Sunat Untuk Kesehatan Pria”, InfoKecantikan.Com: [Journal on-line]; available
from
http://info-kecantikan.com/tips-kesehatan/tips-kesehatan-umum/5-manfaat-sunat-untuk-kesehatan-pria/;
Internet ; accessed 18 November 2015.
[12]Biblo.com, “Philipians 3:2”,
Bible Hub; [Journal on-line]; available http://biblehub.com/commentaries/philippians/3-2.htm;
accessed 18 November 2015.
[13]Abidayah Alamin, “Tugas Bahasa
Indonesia”, AbidayahAlaminBlogspot: [Journal on-line] available from
http://abidayah.blogspot.co.id/2010/08/macam-macam-majas.html; Internet;
accessed 18 November 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar