Kamis, 12 April 2018

makalah daniel 11:6 Siapakah Raja Negeri Utara dan Raja Negeri Selatan yang mengadakan perjanjian







BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
     Daniel 11 membahas tentang peperangan antara raja negeri selatan dan raja negeri selatan. Pada ayat 2  dituliskan “Oleh sebab itu, aku akan memberitahukan kepadamu hal yang benar. Sesungguhnya, tiga raja lagi akan muncul di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang lebih besar dari mereka semua, dan apabila ia telah menjadi kuat karena kekayaannya, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk melawan kerajaan Yunani.” Tiga raja Persia yang dimaksud adalah Cambyses, Darius, dan Xerxes. Dan raja keempat yang dimaksud adalah Xerxes, oleh karena perhitungan keempat dari Cyrus. Pada zaman Xerxes disebutkan dia melawan sekuat-kuatnya kerajaan yunani. Namun yang perlu diketahui pada waktu itu Yunani bukanlah sebuah kerajaan.[1]
     Pada ayat 3 dituliskan “Kemudian akan muncul seorang raja yang gagah perkasa, yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya.” Dituliskan bahwa raja ini adalah seorang pejuang yang hebat. Semua komentator sepakat bahwa Raja yang hebat itu adalah Alexander yang agung.[2]
     Pada ayat 4 dituliskan “Tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.” Pada saat Raja Alexander mati dia  berumur tiga puluh dua tahun.  Anaknya dibunuh oleh Polysperchon secara pribadi; sehingga dalam lima belas tahun setelah kematiannya, tidak seorang pun dari keluarga atau keturunannya tetap hidup.[3] 4 mata angin dari langit yang dimaksud adalah sama seperti daniel 8:8, 4 tanduk dan seperti 4 kepala dalam daniel 7:6. 4 kerajaan ini diambil alih oleh panglima dari Aleksander Agung yaitu Cassander yang menguasai Makedonia dan Yunani; Lysimachus menguasai  Trakea dan Bitinia; Seleukus yang menguasai Siria, Babel dan negara-negara lain di bagian timur, juga ptolemeus menguasai Mesir.[4]
     Pada ayat 5 dituliskan “Maka raja negeri Selatan akan menjadi kuat; tetapi salah seorang dari panglima-panglimanya akan menjadi lebih kuat dari padanya dan orang ini memerintah, lalu kekuasaannya akan menjadi kekuasaan yang besar.” Seleukus yang menguasai di bagian selatan berkembang dengan baik dalam kekuasaan dan juga kerajaannya, dia berkembang ke arah utara kira-kira pada tahun 300.
     Dari pernytaan diatas penulis telah melihat bagaimana kerajaan Persia melawan kerajaan Yunani yang dimenangkan oleh kerajaan Yunani. Kerajaan Yunani pada waktu itu dipimpin oleh pemimpin yang sangat hebat yaitu kaisar Alexander yang agung. Dalam kematiannya bukanlah keturunannya yang yang melanjutkan kekuasaannya melainkan para jenderalnya. Pada saat itu dua kerajaan yang menjadi besar yaitu kerajaan selatan dan kerajaan utara.
     Pada ayat ke enam dituliskan “Beberapa tahun kemudian keduanya akan bersekutu: puteri raja negeri Selatan akan datang kepada raja negeri Utara untuk mengadakan persetujuan. Tetapi puteri itu tidak berhasil, juga keturunannya tidak dapat bertahan: puteri itu akan diserahkan, demikian pula orang-orang yang mengantarnya, anak yang dilahirkannya dan orang yang mengawininya.”
Dalam ayat ini dituliskan bahwa puteri raja akan mengadakan persetujuan dengan Raja negeri utara, tetapi tidak behasil. Keturunannya juga tidak berhasil, dan yang mengantarnya juga anak, dan yang mengawininya.


Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:
1. Apakah arti dari kata “keduanya akan bersekutu”?
2. Siapakah Puteri raja negeri selatan?
3. Apakah makna kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”?
4. Apa aplikasi yang didapat dari ayat daniel 11:6 ?

Tujuan penelitian
Penulis juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penulisan penelitian ini, diantaranya:
1. Mencari tahu arti kata “keduanya akan bersekutu”
2. Mencari tahu Puteri raja negeri selatan.
3. Mencari tahu arti makna kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”.
4. Mencari tahun aplikasi yang didapat dari ayat daniel 11:6.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Terjemahan alkitab lain
Untuk melihat lebih jelas arti dari daniel 11:6 maka penulis membandingkan dengan terjemahan alkitab lain
1. New International Version
After some years, they will become allies. The daughter of the king of the South will go to the king of the North to make an alliance, but she will not retain her power, and he and his power will not last. In those days she will be betrayed, together with her royal escort and her father and the one who supported her.
2.
New Living Translation
"Some years later an alliance will be formed between the king of the north and the king of the south. The daughter of the king of the south will be given in marriage to the king of the north to secure the alliance, but she will lose her influence over him, and so will her father. She will be abandoned along with her supporters.
3.
English Standard Version
After some years they shall make an alliance, and the daughter of the king of the south shall come to the king of the north to make an agreement. But she shall not retain the strength of her arm, and he and his arm shall not endure, but she shall be given up, and her attendants, he who fathered her, and he who supported her in those times.
4.
New American Standard Bible
"After some years they will form an alliance, and the daughter of the king of the South will come to the king of the North to carry out a peaceful arrangement. But she will not retain her position of power, nor will he remain with his power, but she will be given up, along with those who brought her in and the one who sired her as well as he who supported her in those times.
5.
King James Bible
And in the end of years they shall join themselves together; for the king's daughter of the south shall come to the king of the north to make an agreement: but she shall not retain the power of the arm; neither shall he stand, nor his arm: but she shall be given up, and they that brought her, and he that begat her, and he that strengthened her in these times.
6.
International Standard Version
After a number of years, they'll become allies and the daughter of the southern king will go to the northern king in order to craft alliances. But she won't remain in power, nor will he retain his power. Instead, she'll be surrendered, along with her entourage, the one who fathered her, and the one who supported her at that time.
7. bahasa indonesia sehari-hari
Beberapa tahun kemudian raja negeri selatan akan mengadakan persekutuan dengan raja negeri utara dan mengawinkan putrinya dengan raja negeri utara itu. Tetapi persekutuan itu tidak bertahan, dan putri itu akan dibunuh, demikian juga suami dan anaknya dan hamba-hamba yang telah mengantarkannya.
Dalam terjemahan ini kata persekutuan adalah to make alliance, to make agreement. Yang berarti ingin membuat persekutuan dan juga membuat persetujuan. Namun dalam new living translation dituliskan marriage, yang berarti Putri itu diberikan untuk mengamankan perjanjian itu. dan dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dituliskan mengawinkan.
Persekutuan yang dibuat
     Maksud dari kata beberapa tahun kemudian adalah setelah kematian dari empat jenderal yang menggantikan Alexander yang agung. Pada saat itu juga keturunan dari para jenderal inilah yang menggantikan mereka. dua kerajaan menjadi besar yaitu raja negeri selatan dan raja negeri utara. Dua kerajaan ini akhirnya berseteru untuk memperoleh kekuasaan keturunan dari ptolemus dan seleucus. Mereka berseteru tentang kekuasaan dan kerajaan yang lebih besar. Namun raja negeri utara lebih unggul dibandingkan dengan raja negeri selatan.[5]
     Dalam ayat 6 dituliskan tentang peperangan dan juga persekutuan yang dibuat. Raja-raja bagian selatan yang pada waktu itu dari dinasti Ptolemeus dari mesir juga Raja-raja bagian utara dari dinasti Seleukus dari daerah siria dan palestina, yang beribu kota di antiokhia. Yang sudah lama berseteru ,membuat sebuah pejanjian dan juga persekutuan sekitar tahun 250 SM. Perjanjian ini dibuat ntuk membuat perdamaian dan menyatukan dua kerajaan, ptolemeus II raja bagian selatan mengawinkan putrinya dengan antiokhus II raja dari bagian Utara.[6]
     Dengan perjanjian yang dibuat oleh Raja bagian selatan akan masuk ke dalam kerajaan utara. Dalam perjanjian ini kerajaan mesir tidak mungkin melawan kerajaan utara oleh karena mereka tidak memiliki kekuatan dengan perjanjian ini sehingga mereka akan diam dalam.[7]
     Di sini digunakan dalam arti "kedamaian," atau aliansi. Tindakan membuat perdamaian dianggap sebagai tindakan "keadilan," atau melakukan "benar", dan karena itu, kata tersebut digunakan untuk membuat aliansi atau membuat kompak. - seolah-olah mereka salah dan bengkok sebelumnya, memberi kesempatan untuk berselisih, dan salah paham, dan berperang. Tujuannya, sekarang adalah untuk membangun perdamaian secara permanen. Salah satu syarat dari aliansi ini adalah, bahwa Antiokhus harus menceraikan mantan isterinya Laodice, dan bahwa anak-anak dari mantan istri tersebut harus dikeluarkan dari bagian takhta Raja. Dengan cara ini Ptolemus berharap bahwa kerajaan Siria mungkin akhirnya terikat dengan Mesir, jika seharusnya ada anak-anak dengan perkawinan Berenike dengan Antiokhus.[8]
     Dalam persekutuan yang dimaksud adalah dimana kedua belah pihak dinasti Seleukus dan juga dinasti Ptolemus membuat sebuah perjanjian dimana keduanya akan berdamai dan ingin menyatukan kedua kerajaan yang dikuasai. Dalam perjanjian yang dibuat itu melalui pernikahan antara raja negeri Utara yaitu dinasti seleukus dengan puteri raja negeri selatan yaitu kerajaan Mesir.


Puteri raja negeri selatan
     Pernikahan ini adalah pernikahan antara raja Syria dan juga Putri dari Raja mesir. Kerajaan syria bertahan dari kerajaan pecahan Aleksander yang akhirnya kerajaan itu dikalahkan oleh Roma pada tahun 168 S.M. Raja bagian utara dengan puteri raja bagian selatan. Raja negeri selatan adalah Raja mesir yang juga dikalahkan pada tahun 168 S.M. oleh kerajaan Roma.[9] Raja Mesir pada saat itu adalah Ptolemus Philadelphus dan raja syria adalah Antiochus theos, raja ketiga dari syria. Dalam membuat perjanjian perdamaian ini melalui pernikahan antara kedua belah pihak, maka Raja harus menceraikan isterinya yang ada pada saat itu. Dia menceraikan isterinya Laodike untuk menikahi Berenike putri raja Mesir.[10] Setelah diceraikannya Laodike oleh Antiokhos dia dipindahkan ke efesus, sedangkan antiokhos Theos berada di Antiokhia bersama Berenike. Dia mengadu kepada teman-temannya sehingga pada saat itu teman-temannya hendak melawan raja. Dua tahun kemudian setelah peristiwa ini raja Mesir Ptolemus II meninggal dan pada saat itu Raja ingin mengembalikan Laodike menjadi isterinya. Pada saat Antiokhos pergi ke efesus kudeta dilakukan oleh Laodike dengan memberikan racun kepada raja Antiokhos Theos. Sedangkan berenike dan juga anaknya dibunuh di antiokhia. Pada saat itu juga anak Laodike, seleukos Callinicus naik takhta menjadi raja Syria dan bagian utara.[11]


Keturunan Puteri raja negeri selatan
     Pada waktu Raja negeri Utara dibunuh oleh Laodike, Laodike juga membunuh Berenike dan juga anak berenike, oleh karena bisa saja anak Berenike yang berkuasa atas kerajaan Utara, dan dengan menyuruh bawahannnya untuk membunuh berenike, anak dari laodike menjadi Raja yang berkuasa atas kerajaan negeri utara.[12]





















BAB III
KESIMPULAN
Maksud dari kalimat keduanya akan besekutu
     Kerajaan negeri Utara dan juga kerajaan negeri selatan pada saat itu sedang dalam perseturuan tentang yang lebih berkuasa di dunia. Oleh karena kerajaan negeri selatan sadar akan kuatnya kerajaan negeri negeri Utara, raja negeri selatan memiliki inisiatif untuk memperdamikan kerajaan itu. cara yang dibuat dalam memperdamaikan kedua kerajaan tersebut adalah dengan menikahkan puteri raja negeri selatan dengan Raja negeri Utara. Dalam membuat perjanjian ini raja negeri utara haruslah menceraikan isterinya yaitu laodike. Terjadilah perdamaian dan keuntungan dari kedua belah pihak yang sebelumnya berseteru.
Puteri Raja Negeri Selatan
     Kerajaan negeri Utara sudah kita ketahui adalah Syria dan kerajaan negeri selatan adalah Mesir. Raja yang bekuasa di Negeri Utara pada saat masa keemasan itu adalah Raja Antiokhus Theos, dia dibutakan oleh karena kekuasaan yang desar yang dia dapatkan pada waktu itu sehingga menggunakan nama “Theos” yang berarti “Tuhan” dan memang benar kekuasaan dari dia sangat besar pada zaman itu. dan kerajaan negeri selatan yang berkuasa pada saat itu adalah ptolemus II philodelphius.[13] Puteri dari ptolemus philodelphius adalah Puteri berenike. Dia sebenarnya merasa dipaksa oleh ayahnya untuk menikah dengan atiokhus Theos. Karena pada saat ayahnya matia raja antiokhus hendak menikah lagi dengan laodike, namun dia dibunuh oleh laodike dengan diracuni.
    
Juga keturunannya tidak akan bertahan
     Puteri berenike memiliki anak dari hubungannya Raja Antiokhus Theos, namun sewaktu Laodike membunuh raja Antiokhus dia juga memerintahkan kepada bawahannya untuk membunuh Puteri Berenike dan juga anaknya. Anak itu dibunuh oleh karena bisa saja menjadi Raja yang berkuasa di Syria. Sehingga dengan matinya raja Antiokhus dan anak dari Puteri Berenike, menjadikan anak dari laodike Raja di Syria dan seluruh kerajaan di utara.
Aplikasi
     Tuhan memberikan kepada manusia nubuatan supaya dapat berjaga-jaga. Dalam perpecahan kerajaan Yunani dan kemudian persekutuan yang telah dibuat oleh kerajaan bagian selatan dan Utara dengan menikahkan Raja negeri Utara dengan puteri raja negeri selatan Tuhan sudah memberikan nubuatan itu kepada daniel. Tuhan yang mengangkat Tuhan juga yang menurunkan, semua hal yang terjadi di dunia ini sudah Tuhan tentukan. Dalam kedatangan Yesus juga Tuhan sudah nubuatkan. Meskipun manusia merasakan kekecewaan dengan apa yang telah terjadi semuanya adalah kehendak Tuhan. semua yang terjadi di dunia ini sudah Tuhan ramalkan melalui para nabinya dalam nubuatannya.[14]


     [1]Charles J. Ellicott, Ellicott Commentary (London: James Family Publishing, 1887),

     [2] Spence and Joseph S. Exell, The Pulpit Commentary (Newyork: H.D.M. Funk and Wagnalis Company, 1995), 650.
     [3] Clarke’s, Clarke’s Commentary ( United States America, 1887), 219.
     [4] S.R. Driver, The Book of Daniel, (The Cambridge Bible, 1900), 115.
     [5] Ibid.,
     [6]  Ronald s. Wallace, daniel kedaulatan dan kasih Allah berseri kendati situasi negeri ngeri tak terperi, (jakarta: yayasan komunikasi bina kasih, 2000)267.
     [7] Matthew Henry, Commentary on the Bible by Matthew Henry, (michigan: Zondervan Publihing House, 1978), 331.
     [8] Albert Barnes, Barnes’ Notes on the New Testament (Michigan: Kregel Publications, 1980), 456.
     [9] Ellen G. White, Para Nabi dan Raja 2, ( Bandung: Indonesia publishing house, 2015), 107. 
     [10] Norman w. Porteous, Daniel old testament library, (london: SCM press LTD, 1965), 160.
     [11] G. Coleman Luck, Daniel ( Chicago: moody Press, 1958), 115.
     [12] R. A. Jaffray,tafsiran kitab daniel, (bandung: yayasan kalam hidup, 2008), 184
     [13] Robert jamieson, A commentary Critical ( Michigan: photolithoprinted Eerdmans Printing Company, 1978), 444.
     [14] Ellen G. White, kemenangan akhir (Bandung: Indonesia Publishing House, 2015), 424.

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain









BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
     Dalam  kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan yang sangat baik. Kejadian 2:15,Tuhan juga menempatkan manusia di taman Eden untuk memelihara taman itu dan memberikan nama kepada segala jenis binatang. Dalam kejadian 2:17 mereka diizinkan untuk memakan dengan sesukanya buah dari semua pepohonan yang ada, mereka dilarang untuk mengecap buah pohon pengetahuan ini, dengan kematian sebagai imbalannya.[1] Dan pada saat manusia memakan buah itu mereka dikeluarkan dari taman eden. Tuhan memberikan kepada manusia baju dari kulit binatang. Pada saat mereka keluar dari taman eden Adam dan hawa memiliki anak. Anak pertama diberi nama Kain dan anak kedua diberi nama Habel. Kain bekerja sebagai petani dan habel bekerja sebagai gembala kambing domba.
     Setelah kejatuhan adam dan hawa Tuhan memberikan perintah kepada manusia untuk mempersembahkan binatang. Dari masa abraham, bangsa Israel keluar dari mesir, dan sebagai ketetapan dari bangsa Israel. Raja pertama bangsa Israel pernah memberikan persembahan kepada Tuhan Persembahan korban‑korban itu sendiri tidak mempunyai nilai di hadapan Allah. Semuanya itu dimaksudkan untuk menyatakan di pihak orang yang mempersembahkan akan adanya pertobatan dari dosa dan iman di dalam Kristus, dan sebagai janji setia pada masa yang akan datang atas hukum Allah. Tetapi tanpa pertobatan, iman dan satu hati yang penurut, maka persembahan‑persembahan itu tidak berarti apa‑apa. Apabila, dalam pelanggaran yang langsung terhadap perintah Allah, Saul bermaksud mempersembahkan satu korban dari apa yang telah diperintahkan Allah supaya dibinasakan, maka penghinaan yang terang‑terangan telah dinyatakan terhadap wewenang Ilahi. Upacara itu akan merupakan suatu penghinaan terhadap Surga.[2]
     Korban persembahan di hentikan oleh karena wujudnya telah dinyatakan dengan matinya Yesus Kristus di kayu salib. Namun bangsa Israel lambat untuk mengerti bahwa semua persembahan korban yang telah ada menjadi lambang pendahuluan kematian Anak Allah, dalam mana lambang itu bertemu dengan yang sesungguhnya, dan setelah itu tatacara dan dispensasi upacara‑upacara hukum Musa tidak lagi mengikat.[3]
Kemudian timbul sebuah permasalahan yang dihadapi penulis, mengenai kejadian 4:5 dimana pada saat itu adalah pertama kalinya manusia memberikan persembahan pada Tuhan, ayat itu berbunyi “tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.” yang menjadi ketertarikan penulis adalah pada kata tidak diindahkan-Nya, yang maknanya adalah memedulikan; memperhatikan; meresapkan ke dalam hati.[4]

Identifikasi Masalah

     Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:
1. Apa makna kata “mengindahkan” dalam kejadian 4:4,5?
2. Apa makna kata “ tidak diindahkan” dan dalam kejadian 4:4,5?
3. Apakah ada aplikasi yang dapat diambil dari kata “mengindahkan” dan “tidak diindahkan”?

Tujuan Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan yang ingin didapatkan dari penelitian ini.
1. Mencari tahu makna kata “ mengindahkan” dalam  kejadian 4:4,5?
2. Mencari tahu makna kata “ tidak diindahkan” dalam  kejadian 4:4,5?
3. Mencari tahu aplikasi yang dapat diambil dari kata 
“membangkitkan”?                          













BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Kata “mengindahkan” dan “tidak diindahkan” dalam Bahasa Ibrani

     Dalam bahasa Ibrani, ayat dalam kejadian 4:4,5 adalah We’el qayin we’el minḥāṯōw šā‘āh; wayyiḥar leqayin leqayin me’ōḏ, wayyippe pānāw. Dan dalam bahasa tidak dindahkan adalah lō šā‘āh jika dalam bahasa ibrani diartikan kedalam bahasa inggris adalah “he had no regard”[5] dan kata ini mempunyai kata dasar yaitu šā‘āh. Kata šā ‘āh dapat diartikan juga.
     Kata šā‘āh bila diterjemahkan dalam bahasa inggris adalah: to look at, regard with attention,[6] gaze away, had regard, had...regard, have regard, look, looked, pay...attention, turn your eyes, turn your gaze, turn your gaze away. Sedangkan kata lō berarti: no, not.

     Demikian adalah terjemahan dari kata “šā‘āh” yang memiliki banyak pengertian dalam bahasa Inggris, tetapi bagaimana dalam terjemahan Alkitab yang lain, yang
memiliki kata dalam bahasa Inggris.
Terjemahan Alkitab Lain
     Seperti ayat-ayat lainnya, ayat kejadian 4:4,5 tentunya memiliki banyak terjemahan, yang dapat menolong penulis, dalam mendapatkan tujuan dari penulisan makalah, diantaranya:
     but on Cain and his offering he did not look with favor. So Cain was very angry, and his face was downcast.( New International Version)
     but he did not accept Cain and his gift. This made Cain very angry, and he looked dejected.( New Living Translation)
    but for Cain and his offering he had no regard. So Cain was very angry, and his face fell.( English Standard Version)
     but for Cain and for his offering He had no regard. So Cain became very angry and his countenance fell.( New American Standard Bible)
     But unto Cain and to his offering he had not respect. And Cain was very wroth, and his countenance fell.( King James Bible)
     but he rejected Cain and his offering. Cain became furious, and he scowled in anger.( Good News Translation)
     but he didn't approve of Cain and his offering. So Cain became very angry and was disappointed.( GOD'S WORD® Translation)
    but He did not have regard for Cain and his offering. Cain was furious, and he looked despondent.(holman Christian Standard Bible)
     and unto Cain and unto his present He hath not looked; and it is very displeasing to Cain, and his countenance is fallen. (Young's Literal Translation)
    but he did not look upon Cain and his present. And Cain was very wroth, and his countenance fell.(
Jubilee Bible 2000)
     and upon Cain, and on his offering, he did not look. And Cain was very angry, and his countenance fell. (Darby Bible Translation)

and unto Cain and unto his present He hath not looked; and it is very displeasing to Cain, and his countenance is fallen. (Young's Literal Translation)
tetapi menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram(bahasa indonesia sehari-hari)
     Dari terjemahan yang sudah di dapat, bahwa kata tidak mengindahkan adalah: did not look, did not accept, had no regard, had no regard, had not respect, he rejected, didn't approve, did not have regard, hath not looked, did not look, did not look, hath not looked. Dari terjemahan diatas tiga terjemahan menyatakan no regard dan bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah: tidak memandang, tidak memperhatikan dan tidak menganggap, dan lima terjemahan menyatakan did not look dan bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah: tidak memandang, dan tidak melihat. Juga terjemahan lain menyatakan kata tidak mengindahkan adalah: did not look with favor yang dalam bahasa indonesia tidak terlihat senang. Juga dalam terjemahan lain did not accept yang berarti tidak menerima. Juga terjemahan lain had not respect yang dalam bahasa indonesia tidak menghormati. Juga terjemahan lain didn't approve yang berarti tidak menyetujui dan terjemahan lainnya adalah he rejected yang berarti Dia menolak. Terdapat perbedaan antara kata-kata tersebut, sehingga Penulis perlu mendapatkan pengertian dari sumber yang lain juga.
Pengggunaan Kata “šā‘āh” Pada ayat Lain
     Kata “ šā‘āh” hanya digunakan dalam kejadian 4:5. Oleh sebab itu penulis mencari kata šā‘āh” pada ayat lain.
Diterjemahkan pandangan
     (hāša‘)Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"(mzr 139:13)
     e·‘ū) hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya. Yes 22:4
     (ṯiš·‘eh)Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Ayub 7:19
Diterjemahkan memandang
     (yiš·‘eh) Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.yesaya 17:7,8
     (šā·‘ū)Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.(yes 31:1)

Diterjemahkan buanglah mukamu
     (Še‘êh)Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku."(ayub 14:6)
Diterjemahkan tertutup
     (ṯiš·‘e·nāh) Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan.(yes 32:3)
Diterjemahkan menyertai
     (tiš·tā‘)janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.(yes 41:10)


diterjemahkan mengindahkan
     (way·yi·ša‘) Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,(kejadian 4:4)
diterjemahkan bersukacita
     (wə·niš·tā·‘āh) Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa. (mazmur 119:117)
diterjemahkan memperdulikan
     (yiš·‘ū) Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta."(keluaran 5:9)
diterjemahkan berteiak
     (yiš·‘ū) Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka. (2 sam 22:42)
Kata “diindahkan”
yang Bukan Terjemahan kata “šā‘āh
     Juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri. (daniel 11:37)menggunakan kata yā-ḇîn.

Komentar dari beberapa pihak
Pulpit Commentary
     Namun bagi Kain dan persembahannya, dia tidak menghormati. Karena tidak adanya kualitas-kualitas yang membedakan Habel dan persembahannya; bukan karena hati Kain "tidak lebih murni," tetapi "dijiwai dengan kecenderungan kriminal" (Kalisch), yang tidak sampai persembahannya ditolak..[7]

Matthew Henry Commentary
     Persembahan dari Kain dan Habel berbeda. Kain menunjukkan hati yang bangga dan tidak percaya. Karena itu ia dan persembahannya ditolak. Abel datang sebagai orang berdosa, dan menurut janji Tuhan, dengan pengorbanannya mengekspresikan kerendahan hati, ketulusan, dan percaya pada kepatuhan. Jadi, mencari manfaat dari perjanjian baru rahmat, melalui Benih yang dijanjikan, pengorbanannya memiliki tanda bahwa Allah menerimanya. Abel menawarkan dalam iman, dan Kain tidak, Ibr 11: 4. Di semua zaman ada dua jenis pemuja, seperti Kain dan Habel; yaitu, kebencian, pengabdian yang kuat dari metode injil keselamatan, yang berusaha menyenangkan Allah dengan cara-cara merencanakan sendiri; dan orang-orang percaya yang rendah hati, yang mendekat kepada-Nya seperti yang telah dinyatakannya.[8]

Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary
     Tuhan menghormati Habel, bukan Kain, & c. — Kata-kata, "menghormati," menandakan dalam bahasa Ibrani, - "untuk melihat hal apa saja dengan tatapan sungguh-sungguh yang tajam," yang telah diterjemahkan, "menyala menjadi api, "sehingga persetujuan ilahi dari persembahan Abel diperlihatkan di dalam api pembakarannya (lihat Kej 15:17; Yud 13:20).[9]

Seventh Day Adventist Bible commentary
     Meskipun cara penerimaan Allah atas persembahan Habel tidak disegel di sini, itu terdiri dalam penampakan api surgawi untuk membakar pengorbanan, seperti yang sering terjadi di kemudian hari. Patut dicatat bahwa penerimaan Allah atas pengorbanan habel mempertaruhkan penerimaan orangnya; dalam narasinya, nyatanya, penyebutan penerimaan habel sendiri mendahului penyebutan penerimaan tawarannya. ini merupakan indikasi bahwa Tuhan tidak begitu tertarik dengan pengorbanan seperti pada orang yang membawanya. kepada kain dan untuk persembahannya. Kain memperhatikan ketidakhadiran dari tanda yang terlihat dari kesenangan dan penerimaan Allah atas persembahannya. kemarahan yang sangat membakar adalah hasilnya.[10]

Tafsiran Alkitab masa kini
     Suatu tujuan untuk menyesali dosa tidak ditunjukkan dengan jelas juga bagi korban Habel, penekanan pada anak sulung dan lemak-lemaknya menunjuk kepada penyucian. Bagaimana perkenaan Allah terhadap Habel sebagai lawan Kain tidak disebutkan imamat 9:24;hak 6:21; 1 raj 18:38; 1 taw 21:26; 2 taw 7:1 kel 14:24. Bahwa penerimaan itu tergantung kepada keadaan rohani pemberi korban dikesankan oleh penunjukkan kepada oang-orangnya dengan persembahan mereka.[11]
     Beberapa ahli menyatakan bahwa Tuhan menolak korban Kain dan Kain. Tuhan menolak kain dan persembahannya karena dia tidak memiliki kesungguh-sungguhan, sebenarnya dalam hatinya kriminal sehingga persembahannya ditolak. Tuhan menerima persembahan Habel dengan cara api yang dari Tuhan membakar persembahan habel. Namun untuk Kain dan korban persembahannya api Tuhan tidak membakarnya.
































BAB  III
KESIMPULAN
Terjemahan dan Komentar
yang Diikuti
     Dari tinjauan pustaka yang telah didapatkan, penulis mengikuti kata “he had no regard” yang sesuai dengan arti dari bahasa Ibrani yang artinya adalah Dia tidak peduli. Dan penulis mengikuti terjemahan dari english standard version, new american standard bible, Holman Chritian Standard bible yang menyatakan bahwa “He had no regard”. Tuhan tidak perduli dengan persembahan Kain. Dan dari ayat-ayat yang arti dasar dari kata “šā‘āh”, dituliskan memandang, pandangan, buang muka, pandangan , tidak mengindahkan, dan tidak memperdulikan. Tuhan menerima persembahan habel dengan cara Tuhan menurunkan api dari sorga yang memancar kepada persembahan korban yang telah dibawanya.[12] Dan pada persembahan Kain Tuhan tidak menurunkan api dari surga. Tuhan telah memberikan perintah sebelumnya kepada Kain dan Habel, Habel menurut tetapi Kain tidak menurut.[13]
Pandangan Penulis
     Dari terjemahan dan komentar para ahli yang telah didapatkan, penulis memilih untuk mengikuti pandangan para Ahli dan terjemahan. Mengenai kata “tidak diindahkan”, penulis memilih menggunakan kata lain dengan kata “tidak diperdulikan”, supaya membedakan dengan kata yang digunakan untuk melihat suatu yang indah ataupun bisa juga menjadi meresap, dan diperhatikan. Ayat yang penulis ambil akan menjadi tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diperdulikan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

Aplikasi dari kata “tidak diindahkan-Nya”
     Dari komentar-komentar para ahli, penulis mendapatkan makna rahani yang dapat menjadi aplikasi bagi para pembaca. Habel datang pada Tuhan dengan kerendahan hati, menganggap diri berdosa datang kepada Tuhan bukan oleh karena kehebatannya. Kain datang kepada Tuhan dengan perasaan yang menganggap diri benar, menganggap dengan usaha akan selamat. Jika kita datang kepada Tuhan dalam perbaktian rutin kita dengan bermain handphone, dengan berbicara yang menjauhkan dari Tuhan, dengan tidur dalam perbaktian, Tuhan tidak peduli dengan cara manusia berbakti dan menyembah seperti demikian. Tuhan menerima persembahan dari orang yang menganggap diri lemah, dan Tuhan akan kuatkan, namun Tuhan tidak memperdulikan persembahan kita, penyembahan kita, pujian kita, doa kita jika kita menganggap diri kita baik, sempurna dari orang lain.


     [1] Ellen G.White, Sejarah para nabi,(Bandung: Indonesia Publishing House, 2015)38.
     [2] Ellen G. White, para nabi dan bapa jilid 2 ( bandung: Indonesia publishing house, 2015)20
     [3] Ellen G. White, Kisah para rasul (bandung: Indonesia Publishing House, 2015)160
     [4] Hasan Alwi,  Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), 420.
     [5] John Joseph Owens, Analytical key to the Old Testament, (Michigan: blever flock house Company, 1989), 14.

     [6] Benjamin Davidson, The Analytical Hebrew and Chaldee Lexicon, (Michigan: Zondervan Corporation Grang Rapids, 1977), 87.
[7] Spence and Joseph S. Exell, The Pulpit Commentary (Newyork: H.D.M. Funk and Wagnalis Company, 1995),24.

     [8] Matthew Henry, Commentary on the Bible by Matthew Henry, (michigan: Zondervan Publihing House, 1978), 12.
     [9]Robert jamieson, A commentary Critical ( Michigan: photolithoprinted Eerdmans Printing Company, 1978), 23.
[10] Ed. Francis D. Nichol, Seventh day Adventist Bible Commentary (Washington D.C:  Publishing Association, 1997), 239.

     [11] yayasan komunikasi bina kasih Tafsiran alkitab masa kini, (jakarta: omf, 1999), 88.

WAHYU 11:3,4

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah      Dalam   kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan ...