BAB I
PENDAHULUAN
Latar
belakang masalah
Dalam kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan
Bumi dengan keadaan yang sangat baik. Kejadian 2:15,Tuhan juga menempatkan
manusia di taman Eden untuk memelihara taman itu dan memberikan nama kepada
segala jenis binatang. Dalam kejadian 2:17 mereka diizinkan untuk memakan
dengan sesukanya buah dari semua pepohonan yang ada, mereka dilarang untuk
mengecap buah pohon pengetahuan ini, dengan kematian sebagai imbalannya.[1] Dan pada saat manusia
memakan buah itu mereka dikeluarkan dari taman eden. Tuhan memberikan kepada
manusia baju dari kulit binatang. Pada saat mereka keluar dari taman eden Adam
dan hawa memiliki anak. Anak pertama diberi nama Kain dan anak kedua diberi
nama Habel. Kain bekerja sebagai petani dan habel bekerja sebagai gembala
kambing domba.
Setelah
kejatuhan adam dan hawa Tuhan memberikan perintah kepada manusia untuk
mempersembahkan binatang. Dari masa abraham, bangsa Israel keluar dari mesir,
dan sebagai ketetapan dari bangsa Israel. Raja pertama bangsa Israel pernah
memberikan persembahan kepada Tuhan Persembahan korban‑korban itu sendiri tidak mempunyai nilai di
hadapan Allah. Semuanya itu dimaksudkan untuk menyatakan di pihak orang yang
mempersembahkan akan adanya pertobatan dari dosa dan iman di dalam Kristus, dan
sebagai janji setia pada masa yang akan datang atas hukum Allah. Tetapi tanpa
pertobatan, iman dan satu hati yang penurut, maka persembahan‑persembahan itu
tidak berarti apa‑apa. Apabila, dalam pelanggaran yang langsung terhadap
perintah Allah, Saul bermaksud mempersembahkan satu korban dari apa yang telah
diperintahkan Allah supaya dibinasakan, maka penghinaan yang terang‑terangan
telah dinyatakan terhadap wewenang Ilahi. Upacara itu akan merupakan suatu
penghinaan terhadap Surga.[2]
Korban
persembahan di hentikan oleh karena wujudnya telah dinyatakan dengan matinya
Yesus Kristus di kayu salib. Namun bangsa Israel lambat untuk mengerti bahwa semua persembahan korban yang telah
ada menjadi lambang pendahuluan kematian Anak Allah, dalam mana lambang itu
bertemu dengan yang sesungguhnya, dan setelah itu tatacara dan dispensasi
upacara‑upacara hukum Musa tidak lagi mengikat.[3]
Kemudian timbul
sebuah permasalahan yang dihadapi penulis, mengenai kejadian 4:5 dimana pada
saat itu adalah pertama kalinya manusia memberikan persembahan pada Tuhan, ayat
itu berbunyi “tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu
hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.” yang menjadi ketertarikan
penulis adalah pada kata tidak diindahkan-Nya, yang maknanya adalah memedulikan;
memperhatikan; meresapkan ke dalam hati.[4]
Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi
beberapa permasalahan yaitu:
1. Apa makna kata “mengindahkan” dalam kejadian
4:4,5?
2. Apa makna kata “ tidak diindahkan” dan dalam kejadian
4:4,5?
3. Apakah ada aplikasi yang dapat diambil dari
kata “mengindahkan” dan “tidak diindahkan”?
Tujuan Penulisan
Dalam penulisan
makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan yang ingin didapatkan dari
penelitian ini.
1. Mencari tahu makna kata “ mengindahkan”
dalam kejadian 4:4,5?
2. Mencari tahu makna kata “ tidak diindahkan”
dalam kejadian 4:4,5?
3. Mencari tahu aplikasi yang dapat diambil dari
kata
“membangkitkan”?
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Kata “mengindahkan” dan “tidak diindahkan” dalam Bahasa Ibrani
Dalam
bahasa Ibrani, ayat dalam kejadian 4:4,5 adalah We’el qayin we’el
minḥāṯōw lō šā‘āh;
wayyiḥar
leqayin
leqayin
me’ōḏ,
wayyippelū
pānāw.
Dan dalam bahasa tidak dindahkan adalah lō šā‘āh jika dalam bahasa ibrani
diartikan kedalam bahasa inggris adalah “he had no regard”[5] dan kata ini mempunyai
kata dasar yaitu šā‘āh. Kata šā ‘āh dapat diartikan juga.
Kata šā‘āh bila diterjemahkan dalam bahasa
inggris adalah: to look at, regard with attention,[6] gaze away, had regard,
had...regard, have regard, look, looked, pay...attention, turn your eyes, turn
your gaze, turn your gaze away. Sedangkan kata lō berarti: no, not.
Demikian
adalah terjemahan dari kata “šā‘āh” yang memiliki banyak pengertian dalam bahasa Inggris, tetapi bagaimana
dalam terjemahan Alkitab yang lain, yang
memiliki kata dalam bahasa Inggris.
Terjemahan Alkitab Lain
Seperti
ayat-ayat lainnya, ayat kejadian 4:4,5 tentunya memiliki banyak terjemahan,
yang dapat menolong penulis, dalam mendapatkan tujuan dari penulisan makalah,
diantaranya:
but
on Cain and his offering he did not look with favor. So Cain was very
angry, and his face was downcast.( New International Version)
but
he did not accept Cain and his gift. This made Cain very angry, and he
looked dejected.( New Living Translation)
but
for Cain and his offering he had no regard. So Cain was very angry, and
his face fell.( English Standard Version)
but
for Cain and for his offering He had no regard. So Cain became very
angry and his countenance fell.( New American Standard Bible)
But
unto Cain and to his offering he had not respect. And Cain was very
wroth, and his countenance fell.( King James Bible)
but
he rejected Cain and his offering. Cain became furious, and he scowled
in anger.( Good News Translation)
but
he didn't approve of Cain and his offering. So Cain became very angry
and was disappointed.( GOD'S WORD® Translation)
but
He did not have regard for Cain and his offering. Cain was furious, and
he looked despondent.(holman Christian Standard Bible)
and
unto Cain and unto his present He hath not looked; and it is very
displeasing to Cain, and his countenance is fallen. (Young's Literal
Translation)
but
he did not look upon Cain and his present. And Cain was very wroth, and
his countenance fell.(
Jubilee Bible 2000)
and
upon Cain, and on his offering, he did not look. And Cain was very
angry, and his countenance fell. (Darby
Bible Translation)
and unto Cain and
unto his present He hath not looked; and it is very displeasing to Cain,
and his countenance is fallen. (Young's
Literal Translation)
tetapi menolak Kain
dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram(bahasa
indonesia sehari-hari)
Dari terjemahan yang sudah di dapat, bahwa
kata tidak mengindahkan adalah: did not look, did not accept, had
no regard, had no regard, had not respect, he rejected, didn't approve, did
not have regard, hath not looked, did not look, did not
look, hath not looked. Dari terjemahan diatas tiga terjemahan menyatakan no
regard dan bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah: tidak memandang,
tidak memperhatikan dan tidak menganggap, dan lima terjemahan menyatakan did not
look dan bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah: tidak memandang, dan
tidak melihat. Juga terjemahan lain menyatakan kata tidak mengindahkan adalah:
did not look with favor yang dalam bahasa indonesia tidak terlihat senang. Juga
dalam terjemahan lain did not accept yang berarti tidak menerima. Juga
terjemahan lain had not respect yang dalam bahasa indonesia tidak menghormati.
Juga terjemahan lain didn't approve yang berarti tidak menyetujui dan
terjemahan lainnya adalah he rejected yang berarti Dia menolak. Terdapat perbedaan antara kata-kata tersebut, sehingga
Penulis perlu mendapatkan pengertian dari sumber yang lain juga.
Pengggunaan Kata “šā‘āh” Pada ayat Lain
Kata
“lō
šā‘āh” hanya digunakan dalam kejadian 4:5.
Oleh sebab itu penulis mencari kata “šā‘āh” pada ayat lain.
Diterjemahkan pandangan
(hāša‘)Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku
bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"(mzr 139:13)
(še·‘ū) hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia
beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya. Yes
22:4
(ṯiš·‘eh)Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan
aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Ayub 7:19
Diterjemahkan memandang
(yiš·‘eh) Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya,
dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah
buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh
tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.yesaya 17:7,8
(šā·‘ū)Celakalah orang-orang yang pergi ke
Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada
keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar
jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak
mencari TUHAN.(yes 31:1)
Diterjemahkan buanglah mukamu
(Še‘êh)Sebab itu aku berkata:
"Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan;
janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri
bangsaku."(ayub 14:6)
Diterjemahkan tertutup
(ṯiš·‘e·nāh) Mata orang-orang yang melihat
tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan
memperhatikan.(yes 32:3)
Diterjemahkan menyertai
(tiš·tā‘)janganlah takut, sebab Aku
menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan
meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yang membawa kemenangan.(yes 41:10)
diterjemahkan mengindahkan
(way·yi·ša‘)
Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing
dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban
persembahannya itu,(kejadian 4:4)
diterjemahkan
bersukacita
(wə·niš·tā·‘āh)
Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam
ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa. (mazmur 119:117)
diterjemahkan
memperdulikan
(yiš·‘ū)
Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada
pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta."(keluaran 5:9)
diterjemahkan
berteiak
(yiš·‘ū)
Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka
berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka. (2 sam 22:42)
Kata “diindahkan”
yang Bukan Terjemahan kata “šā‘āh”
Juga para allah nenek moyangnya tidak akan
diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga
tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri.
(daniel 11:37)menggunakan kata yā-ḇîn.
Komentar dari beberapa pihak
Pulpit Commentary
Namun bagi Kain dan persembahannya, dia
tidak menghormati. Karena tidak adanya kualitas-kualitas yang membedakan Habel
dan persembahannya; bukan karena hati Kain "tidak lebih murni,"
tetapi "dijiwai dengan kecenderungan kriminal" (Kalisch), yang tidak
sampai persembahannya ditolak..[7]
Matthew Henry Commentary
Persembahan
dari Kain dan Habel berbeda. Kain menunjukkan hati yang bangga dan tidak
percaya. Karena itu ia dan persembahannya ditolak. Abel datang sebagai orang
berdosa, dan menurut janji Tuhan, dengan pengorbanannya mengekspresikan
kerendahan hati, ketulusan, dan percaya pada kepatuhan. Jadi, mencari manfaat
dari perjanjian baru rahmat, melalui Benih yang dijanjikan, pengorbanannya
memiliki tanda bahwa Allah menerimanya. Abel menawarkan dalam iman, dan Kain
tidak, Ibr 11: 4. Di semua zaman ada dua jenis pemuja, seperti Kain dan Habel;
yaitu, kebencian, pengabdian yang kuat dari metode injil keselamatan, yang
berusaha menyenangkan Allah dengan cara-cara merencanakan sendiri; dan
orang-orang percaya yang rendah hati, yang mendekat kepada-Nya seperti yang
telah dinyatakannya.[8]
Jamieson-Fausset-Brown
Bible Commentary
Tuhan
menghormati Habel, bukan Kain, & c. — Kata-kata, "menghormati,"
menandakan dalam bahasa Ibrani, - "untuk melihat hal apa saja dengan
tatapan sungguh-sungguh yang tajam," yang telah diterjemahkan,
"menyala menjadi api, "sehingga persetujuan ilahi dari persembahan
Abel diperlihatkan di dalam api pembakarannya (lihat Kej 15:17; Yud 13:20).[9]
Seventh Day Adventist
Bible commentary
Meskipun
cara penerimaan Allah atas persembahan Habel tidak disegel di sini, itu terdiri
dalam penampakan api surgawi untuk membakar pengorbanan, seperti yang sering
terjadi di kemudian hari. Patut dicatat bahwa penerimaan Allah atas pengorbanan
habel mempertaruhkan penerimaan orangnya; dalam narasinya, nyatanya, penyebutan
penerimaan habel sendiri mendahului penyebutan penerimaan tawarannya. ini
merupakan indikasi bahwa Tuhan tidak begitu tertarik dengan pengorbanan seperti
pada orang yang membawanya. kepada kain dan untuk persembahannya. Kain
memperhatikan ketidakhadiran dari tanda yang terlihat dari kesenangan dan
penerimaan Allah atas persembahannya. kemarahan yang sangat membakar adalah
hasilnya.[10]
Tafsiran
Alkitab masa kini
Suatu
tujuan untuk menyesali dosa tidak ditunjukkan dengan jelas juga bagi korban
Habel, penekanan pada anak sulung dan lemak-lemaknya menunjuk kepada penyucian.
Bagaimana perkenaan Allah terhadap Habel sebagai lawan Kain tidak disebutkan
imamat 9:24;hak 6:21; 1 raj 18:38; 1 taw 21:26; 2 taw 7:1 kel 14:24. Bahwa
penerimaan itu tergantung kepada keadaan rohani pemberi korban dikesankan oleh
penunjukkan kepada oang-orangnya dengan persembahan mereka.[11]
Beberapa
ahli menyatakan bahwa Tuhan menolak korban Kain dan Kain. Tuhan menolak kain
dan persembahannya karena dia tidak memiliki kesungguh-sungguhan, sebenarnya
dalam hatinya kriminal sehingga persembahannya ditolak. Tuhan menerima
persembahan Habel dengan cara api yang dari Tuhan membakar persembahan habel.
Namun untuk Kain dan korban persembahannya api Tuhan tidak membakarnya.
BAB III
KESIMPULAN
Terjemahan dan Komentar
yang Diikuti
Dari
tinjauan pustaka yang telah didapatkan, penulis mengikuti kata “he had no
regard” yang sesuai dengan arti dari bahasa Ibrani yang artinya adalah Dia
tidak peduli. Dan penulis mengikuti terjemahan dari english standard version,
new american standard bible, Holman Chritian Standard bible yang menyatakan
bahwa “He had no regard”. Tuhan tidak perduli dengan persembahan Kain. Dan dari
ayat-ayat yang arti dasar dari kata “šā‘āh”, dituliskan memandang,
pandangan, buang muka, pandangan , tidak mengindahkan, dan tidak memperdulikan.
Tuhan menerima persembahan habel dengan cara Tuhan menurunkan api dari sorga
yang memancar kepada persembahan korban yang telah dibawanya.[12] Dan pada persembahan Kain
Tuhan tidak menurunkan api dari surga. Tuhan telah memberikan perintah
sebelumnya kepada Kain dan Habel, Habel menurut tetapi Kain tidak menurut.[13]
Pandangan Penulis
Dari
terjemahan dan komentar para ahli yang telah didapatkan, penulis memilih untuk
mengikuti pandangan para Ahli dan terjemahan. Mengenai kata “tidak diindahkan”,
penulis memilih menggunakan kata lain dengan kata “tidak diperdulikan”, supaya
membedakan dengan kata yang digunakan untuk melihat suatu yang indah ataupun
bisa juga menjadi meresap, dan diperhatikan. Ayat yang penulis ambil akan
menjadi tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diperdulikan-Nya. Lalu hati
Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
Aplikasi dari kata “tidak diindahkan-Nya”
Dari
komentar-komentar para ahli, penulis mendapatkan makna rahani yang dapat
menjadi aplikasi bagi para pembaca. Habel datang pada Tuhan dengan kerendahan
hati, menganggap diri berdosa datang kepada Tuhan bukan oleh karena
kehebatannya. Kain datang kepada Tuhan dengan perasaan yang menganggap diri
benar, menganggap dengan usaha akan selamat. Jika kita datang kepada Tuhan
dalam perbaktian rutin kita dengan bermain handphone, dengan berbicara yang
menjauhkan dari Tuhan, dengan tidur dalam perbaktian, Tuhan tidak peduli dengan
cara manusia berbakti dan menyembah seperti demikian. Tuhan menerima persembahan
dari orang yang menganggap diri lemah, dan Tuhan akan kuatkan, namun Tuhan tidak
memperdulikan persembahan kita, penyembahan kita, pujian kita, doa kita jika
kita menganggap diri kita baik, sempurna dari orang lain.
[5] John Joseph Owens, Analytical
key to the Old Testament, (Michigan: blever flock house Company, 1989), 14.
[7] Spence and Joseph S. Exell,
The Pulpit Commentary (Newyork:
H.D.M. Funk and Wagnalis Company, 1995),24.
[10] Ed. Francis D. Nichol, Seventh day Adventist Bible Commentary
(Washington D.C: Publishing Association,
1997), 239.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar