BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kitab Hakim-hakim adalah satu kitab di
dalam Kitab Perjanjian Lama. Hakim-hakim dalam bahasa Ibrani, sopetim dan dalam
bahasa Yunani kritai. Istilah ini
dipakai di dalam septuaginta. Di dalam
bahasa Latin kitab ini disebut Judicum.[1]
Kitab Hakim-Hakim menjadi mata rantai utama
sejarah di antara zaman Yosua dengan zaman raja-raja Israel. Periode para hakim mulai dari sekitar tahun 1375
sampai 1050 SM, ketika Israel masih merupakan perserikatan suku-suku.[2]
Kitab yang ditulis mengenai dengan setia
Tuhan telah menggenapi, janji janji yang telah diadakan dengan Israel; Yosua
telah menghancurkan kekuasaan bangsa Kanaan, dan telah membagikan negeri itu
kepada suku suku bangsa.[3]
Dan di dalamnya pula tertulis kisah tragis
dimana Yahweh tidak dihargai oleh umatNya selama bertahun-tahun dan
berabad-abad. Hakim-Hakim merupakan perbandingan yang berbalikan dengan kitab
Yosua dimana tercatatat berkat yang dicurahkan Allah kepada Israel atas
ketaatan mereka dalam menaklukkan tanah itu.[4]
Kemudian timbul sebuah permasalahan yang
dihadapi penulis, mengenai Hakim-hakim 2:16, ayat itu berbunyi “maka Tuhan
membangkitkan Hakim-hakim yang menyelamatkan mereka dari tangan Perampok itu”
yang menjadi ketertarikan penulis adalah pada kata membangkitkan, yang
maknanya adalah “menghidupkan orang mati”[5]
Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi
beberapa permasalahan yaitu:
1. Apa makna kata “membangkitkan” dalam
Hakim-hakim 2:16?
2. Bagaimana hubungan makna kata “membangkitkan”
dalam Hakim-hakim 2:16 dengan kata “membangkitkan” yang bermakna membangunkan
orang yang sudah mati?
3. Apakah ada
aplikasi yang dapat diambil dari kata
“membangkitkan”?
Tujuan Penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penulis
mempunyai beberapa tujuan yang ingin didapatkan dari penelitian ini.
1. Mencari tahu makna kata “membangkitkan” dalam
Hakim-hakim 2:16?
2. Mencari tahu hubungan makna kata “membangkitkan”
dalam Hakim-hakim 2:16 dengan kata “membangkitkan” yang bermakna membangunkan
orang yang sudah mati?
3. Mencari tahu aplikasi yang dapat diambil dari
kata
“membangkitkan”?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kata “Membangkitkan” dalam Bahasa Ibrani
Dalam bahasa Ibrani, ayat dalam Hakim-hakim
2:16 adalah “wayyāqem Yahweh; šōp̄əṭîm, wayyōwōšî‘ūm mîyaḏ šōsêhem.” Dalam
bahasa aslinya kata “membangkitkan” adalah “wayyāqem.” Dan Kata “wayyāqem” memiliki
kata dasar “qum.”
Kata “qum” apabila diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris adalah: accomplished,
accuses, arise, assailants, assume, avail, brighter, build, carried, carry,
caused, confirm, deeded over, dim, endure, enemies, erect, erected, establish,
fulfill, get, go ahead, got, grown, lift, make it good, obliging, observed,
opponent, pass, posted, prepared, raise, remained, restore, rise, set, spent,
stand, station, stirred, strengthen, succeed, taken.
Demikian adalah
terjemahan dari kata “qum” yang memiliki banyak pengertian dalam bahasa
Inggris, tetapi bagaimana dalam terjemahan Alkitab yang lain, yang
memiliki kata dalam bahasa Inggris.
Terjemahan Alkitab Lain
Seperti ayat-ayat lainnya, ayat Hakim-hakim 2:16 tentunya memiliki banyak
terjemahan, yang dapat menolong penulis, dalam mendapatkan tujuan dari
penulisan makalah, diantaranya:
Then the LORD raised up judges, who
saved them out of the hands of these raiders. (New International Version)
Then the LORD raised up judges to
rescue the Israelites from their attackers. (New Living Translation)
Then the LORD raised up judges, who
saved them out of the hand of those who plundered them. (English Standard Version)
Then the LORD raised up judges who
delivered them from the hands of those who plundered them. (New American Standard Bible)
Nevertheless the LORD raised up
judges, which delivered them out of the hand of those that spoiled them. (King James Bible)
The LORD raised up judges, who saved
them from the power of their marauders. (Holman Christian Standard Bible)
Then the LORD raised up leaders, who
delivered Israel from domination by their marauders. (International Standard
Version).
Nevertheless, the LORD raised up
judges who delivered them out of the hand of those that spoiled them.( Jubilee Bible 2000).
And Jehovah raiseth up judges, and
they save them from the hand of their spoilers.( Young's Literal Translation)
Then the LORD would send judges to
rescue them from those who robbed them. (GOD'S WORD Translation).
Dari kebanyakan terjemahan, menyatakan kata
membangkitkan dengan kata “raised up”
dan diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia adalah “membangkitkan”[6].
Sedangkan dalam “GOD'S WORD Translation” menyatakan kata membangkitkan dengan kata “send” yang jika diterjemahkan kembali
dalam bahasa Indonesia dengan kata “mengirim” atau “mengutus”, terdapat perbedaan
antara kata-kata tersebut, sehingga Penulis perlu mendapatkan pengertian
dari sumber yang lain juga.
Pengggunaan Kata “Wayyaqem” Pada ayat Lain
Kata “wayaqem” tidak hanya digunakan dalam
Hakim-hakim 2:16 saja, tetapi digunakan pula pada ayat yang lain. Apabila di
dalam Hakim-hakim 2:16 kata “wayyaqem”
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata “membangkitkan”, maka
penulis akan memberikan keterangan
dari ayat yang lain tentang penggunaan kata “wayyaqem.”
Diterjemahkan “Mendirikan
Kemah”
Musa mendirikan Kemah Suci itu,
dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu
lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya.(Keluaran
40:18).
Diterjemahkan
“Menepati Janji”
Jadi TUHAN telah menepati janji yang
telah diucapkan-Nya; aku telah bangkit menggantikan Daud, ayahku, dan telah
duduk di atas takhta kerajaan Israel, seperti yang difirmankan TUHAN: aku telah
mendirikan rumah ini untuk nama TUHAN, Allah Israel.(1 Raja-raja
8:20).
Diterjemahkan
“Membangkitkan Seorang Lawan”
Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan
Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom. (1
Raja-raja 11:14).
Diterjemahkan
“Menempatkankan Kaki”
Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan,
dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu,
menetapkan langkahku.( Mazmur 40:2).
Diterjemahkan
“Ditetapkan-Nya Peringatan”
Telah ditetapkan-Nya peringatan di
Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita
diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-
anak mereka,( Mazmur 78:5).
Diterjemahkan
“Bangkit dari Kematian”
Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula,
sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah
menghukum dan memunahkan mereka, dan
meniadakan segala ingatan kepada mereka.(Yesaya 26:14).
Dari ayat-ayat
di atas, kata “qum” diterjemahkan dengan beberapa arti: “Mendirikan” yang
digunakan kepada benda mati, “Menepati” yang digunakan kepada benda,
“Membangkitkan” yang digunakan kepada benda hidup, “Menempatkan” yang digunakan
kepada benda mati, “Ditetapkan-Nya” yang digunakan kepada benda mati,
“Bangkit” yang digunakan kepada benda mati.
Kata “Membangkitkan”
yang Bukan Terjemahan kata “Qum”
Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni
kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya
dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.(Mazmur 78:38). Menggunakan
kata “Yair”.
Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari,
oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.(Ayub 3:8). Menggunakan
kata “Orer”.
Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah
asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian.
(Ulangan 32:16). Menggunakan kata “Yaqniuhu”.
Komentar dari Beberapa Pihak
Seventh day
Adventist Bible Commentary
Pengalaman
membuat nama mereka identik dengan pengiriman. Mereka Penguasa atau Pemimpin
yang Tuhan panggil untuk menghadapi situasi khusus. Setelah masa hukuman Allah
akan memberikan kepada Israel dengan lapis orang yang dipilih dengan kekuatan
dan kepemimpinan yang memadai untuk mengusir para penindas. Kemudian pengalaman
akan mengungkapkan apakah mereka telah belajar pelajaran dari konsekuensi
kemurtadan mereka[7]. Terjemahan
Google Translate.
The Pulpit
Commentary
Membangkitkan Hakim-hakim- Maka nama buku
ini, yang mengucapkan nama dari orang-orang yang dibangkitkan Allah untuk
membebaskan mereka dari tangan musuh mereka. Para hakim adalah, seperti
diketahui identik dengan Hakim Kartago . Menandai kekayaan rahmat
Allah.[8] Terjemahan
Google Translate.
Barnes Note on The
Old and New Testaments
Ini adalah pengenalan pertama dari Hakim
istilah,
yang memberikan nama buku.[9]
Terjemahan Google Translate.
The Biblical
Illustrator
Orang-orang ini, beberapa pekerjaan ajaib
dari Roh Kudus yang luar biasa diwujudkan, tidak dipilih manusia, , dengan
kekuatan agung: dengan tanggung jawab yang didefinisikan dengan hati-hati; atau
seperti diktator Roma, yang dipilih untuk menjalankan kekuasaan yang tidak
terkendali. Mereka tidak dipilih oleh
rakyat sama sekali. Mereka diutus melalui penglihatan, yang dalam beberapa
kasus dikonfirmasi oleh tanda-tanda lahiriah ajaib untuk bertindak atas
nama-Nya yang besar. [10] Terjemahan
Google
Translate.
Beberapa ahli di atas memberi komentar, bahwa
hakim yang yang “dibangkitkan” oleh Tuhan adalah pihak yang menjadi terangkat, seseorang
yang ditetapkan Tuhan, memiliki kekuasaan atas bangsa Israel, menjadi Pemimpin
dan Pelindung mereka.
BAB III
KESIMPULAN
Terjemahan dan Komentar
yang Diikuti
Dari 10 terjemahan yang telah dibuat, penulis tidak mengikuti terjemahan
yang ada. Dan dari komentar-komentar
para ahli, penulis mendapatkan pengertian bahwa kata “membangkitkan” yang
digunakan dalam Hakim-hakim 2:16 memberi pengertian mengangkat seseorang kepada
pangkat yang lebih tinggi, dari rakyat menjadi seorang Pemimpin yang berkuasa
untuk melindungi rakyatnya. Selain daripada mengangkatnya, Hakim-hakim adalah
sebuah alat bagi Tuhan yang dimunculkan untuk menyelamatkan mereka. Mereka bukan dibangkitkan atau dipilih oleh
manusia, tetapi dipilih oleh Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh para ahli, mereka
diberikan oleh Tuhan, sebuah kekuatan
yang ajaib, seperti contohnya Simson dan Gideon.
Pandangan Penulis
Dari terjemahan
dan komentar para ahli yang telah didapatkan, penulis memberikan pendapat
secara pribadi. Mengenai kata “membangkitkan”, penulis memilih menggunakan kata
lain dengan kata “Mengutus”, supaya membedakan dengan kata yang digunakan untuk
mengembalikan nyawa orang yang sudah mati. Meskipun dalam kata aslinya kata
yang digunakan adalah sama, tetapi apabila dimaknai dalam bahasa Indonesia akan
lebih tepat menggunakan kata “mengutus” sehingga ayat itu menjadi “Maka Tuhan mengutus
Hakim-hakim yang menyelamatkan mereka dari tangan
perampok itu.”
Aplikasi dari kata “membangkitkan”
Dari komentar-komentar para ahli, penulis mendapatkan makna rahani yang
dapat menjadi aplikasi bagi para pembaca. Bahwa, Hakim-hakim bukanlah orang
biasa, nereka berbeda dari rakyat biasa. Mereka memiliki otoritas, kuasa,
kekuatan, dan kemuliaan yang berasal dari Tuhan sendiri. Sehingga dengan
demikian, mereka tidak boleh dianggap remeh dan enteng, mereka harus dihormati.
Karena mereka adalah umat Allah yang telah “dibangkitkan” dan “diutus”.
[1]Wikimedia, “Hakim-hakim”,
Wikipedia (2015): 1[Journal on-line]; available from
http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Hakim-hakim; Internet; accessed
5 April 2015.
[2]Yayasan Lembaga SABDA
(YLSA), “Hakim-hakim”, Sabda(2015):
[Journal on-line] available from
http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Hak/P_Hak1.htm; Internet; accessed
5 April 2015
[3]Ellen G. White, Para Nabi dan Bapa, (Bandung: Indonesia
Publishing House, 1995). 156.
[4]Got Questions Ministries,
“Hakim-hakim”, Got Questions:
[Journal on-line]; available from http://www.gotquestions.org/Indonesia/kitab-Hakim-Hakim.html; Internet; accessed
12 April 2015.
[5]Artikata.com,
“Membangkitkan”, Arti kata.com: [Journal on-line]; available from http://www.artikata.com/arti-358971-membangkitkan.html;
Internet; accessed 12 April 2015.
[6]Google, raised up, Google Translate: [Journal on-line]
available from https://translate.google.com/#en/id/raised%20up;Internet; accessed 5 april 2015.
[7]Ed. Francis D. Nichol, Seventh day Adventist Bible
Commentary
(Washington D.C: Publishing Association,
1997), 319.
[8]Spence and Joseph S. Exell, The Pulpit Commentary (Newyork: H.D.M.
Funk and Wagnalis Company, 1995),24.
[9]F.C. Cook, Barnes Note on The Old and New Testaments
(Michigan: Baker Book
House, 1996), 419.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar