Kamis, 12 September 2024

Pemahaman Evolusi dan Penciptaan dalam alkitab

  

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

            Sejauh ini buku-buku Teks Ilmu Pengetahuan Alam diisi oleh Teori-teori yang berbau evolusi. Namun sekalipun banyak ilmuwan yang mempercayai evolusi daripada model kreasi, bukan berarti evolusi merupakan fakta dan kebenaran. Kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah melainkan oleh fakta dan kenyataan.[1]

             Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.[2]

Evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama, sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih lengkap struktur tubuhnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnyamenghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang. Jadi tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang pertamakali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.[3]

Beberapa kritik mengenai teori evolusi mengklaim kalau ilmuan tidak sependapat mengenai konsep evolusi, namun faktanya tidak demikian. Mereka memang tidak sependapat mengenai detail cara proses ini terjadi, namun para ilmuan tidak mempertanyakan keberadaan evolusi. Ilmuan mempelajari evolusi dalam dua tingkatan populasi. Evolusi mikro terdiri dari perubahan genetik kecil yang terjadi dalam beberapa generasi. Evolusi makro adalah pola perubahan yang lebih luas dalam ribuan generasi sehingga terbentuk spesies baru. Kedua

tingkatan evolusi ini menyebabkan populasi dan spesies berubah seiring waktu.[4]

Identifikasi Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:

1.     Apakah Teori Ilmiah yang menentang Evolusi?

2.     Apakah Teori Ilmiah yang mendukung Penciptaan?

3.     Apakah aplikasi yang dapat diambil dari perbandingan Evolusi dan Penciptaan?

Tujuan Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan yang ingin didapatkan dari penelitian ini.

1.     Mencari tahu Teori Ilmiah yang menentang Evolusi?

2.     Mencari tahu  Teori Ilmiah yang mendukung Penciptaan?

3.     Mencari aplikasi yang dapat diambil dari perbandingan Evolusi dan Penciptaan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Hukum Termodinamika

Hukum termodinamika mengatur proses perubahan panas atau bentuk energi lain menjadi tenaga, khususnya mekanikal. Hukum ini terdiri dari dua bagian: hukum

termodinamika pertama dan hukum termodinamika kedua.

Hukum Termodinamika I

Hukum termodinamika pertama disebut juga hukum konservasi energi-masa. Menurut hukum ini jumlah massa dan energi di semesta alam ini tetap sama: tidak ada yang bertambah dan tidak ada yang hilang. Secara tidak langsung hukum ini menjelaskan bahwa materi dan energi yang ada di semesta alam pasti ada awalnya: bermula pada waktu tertentu dan bersumber pada tempat tertentu pula.

Alam semesta tidak mungkin terjadi dengan sendirinya harus ada Seirang Pencipta yang menciptakan semesta alam secara komplit dari awal  sekali saja untuk seterusnya . Kemudian alam ciptaan itu beroperasi sesuai hukum termodinamika. Prinsip humum ini jelas bertentangan dengan konsep evolusi yang memerlukan proses kejadian secara Kontinu. Dalam hal ini, model kreasi sesuai dengan hukum termodinamika, maka model tersebut dapat dianggap ilmiah..

Tetapi barangkali ada saja orang yang bertanya. Darimanakah  Allah itu? Kapan dia ada? Jawaban sederhana terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah. Allah itu merupakan mahluk Roh yang kekal. Berbeda dengan semesta alam. Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Ini merupakan sifat dasar  Allah. Sebab itu mempertanyakan asal usul Allah adalah kebodohan. Mencoba mempelajari Allah berdasarkan standar dan ukuran manusia akan mendatangkan Frustasi.

Manusia adalah mahluk yang serba terbatas baik dari segi ruang maupun waktu. Dalam keterbatasan tersebut manusia merancang alat ukur  untuk ruang (panjang, lebar dan tinggi) berupa meteran, dan jam untuk waktu. Alat ukur ini sudah terprogram dalam pikiran manusa dan sudah merupakan bagian hidup. Kalau kita dihadapkan kepada suatu benda yang berukuran besar atau kecil, panjang atau pendek, kita akan langsung berpikit dalam konteks meter dan kalau kita dihadapkan kepada satu  masa, periode atau waktu kita langsung berpikir pada konteks jam, hari atau tahun. Hal seperti ini tidak berlaku untuk Tuhan . Kita tidak dapat mengukur kebesaran Tuhan yang tidak terbatas dengan alat ukur panjang manusia yang terbatas. Kita tidak dapat mengukur usia Tuhan yang tidak terbatas dengan satuan waktu manusia yang terbatas. Karakteristik Allah itu melebihi kapasitas alat  ukur manusia. Itu

sebabnya untuk mengerti Tuhan kita membutuhkan iman.

Hukum Termodinamika II

Hukum Termodinamika kedua dikenal sebagai hukum penambahan entropi atau ketidakteraturan. Seorang penulis sains terkenal, Isaac Asimov menuliskan “sejauh yang saya ketahui segala perubahan di alamterjadi ke arah pertambahan entropi, semakin jauh dari keteraturan dan semakin merosot.” Hukum termodinamika kedua ini sangat nyata bertentangan dengan teori evolusi sebab hukum ini mnejelaskan tidak satupun sistem yang secara alami bertambah sempurna, melainkan sebaliknya, semakin merosot . Itulah sebabnya ada peristiwa karatan pembusukan, pelapukan dan pemuaian. Di lain pihak evolusi membutuhkan perubahan yang grafiikya mendaki untuk mencapai bentuk yang lebih sempurna.

Kedua hukum termodinamika berlaku bukan saja dalam ilmu fisika tetapi juga dalam ilmu kimia, biologi dan geologi bahkan berlaku secara universal. Hukum ini menyimpulkan bahwa energi total di alam semesta tidak berubah tetapi energi yang tersedia dari mahluk hidup dan lingkungan terus berkurang. (Morris, 1997).

Berdasarkan hukum ini, berbagai organ hewan mungkin saja mengalami kemerosotan fungsi sehingga menjadi vestigal, bahkan sejenis mahluk hidup menjadi punah tetapi manusia tidak menemukan organ baru atau mahluk baru, dalam artinya tadinya tidak ada. Dengan prinsip yang sama orang dapat mengawinkan silang domba dan menghasilkan ratusan varietas, domba. Tetap mereka tidak akan pernah memperoleh varietas domba baru dari persilangan jenis hewan yang lain. Hukum termodinamika mendukung prinsip genetika.

Melalui konsep termodinamika ini kita menyimpulkan, pada mula pertama Allah yang Maha Kuasa(Energi) itu menciptakan benda-benda(masa) dan semesta alam. Kemudian pada mula pertama itu juga, Allah melengkapi semua sistem dengan keteraturan yang sempurna. Dengan demikian hukum termodinamika itu bukan  hanya menunjukan kebenaran penciptaan

tetapi secara langsung menentang evolusi.

Prof. Henry Morris

Kedua hukum termodinamika tersebut telah terbukti secara ilmiah, telah dicoba dan dilakukan ribuan kali. Tak seorangpun ilmuwan yang meragukan kebenaran nya. Hukum termodinamika dan evolusi dinyatakan sebagai sesuatau yang universal dan ilmiah. Tetapi bagaimanakah kedua hukum ini mungkin saling bertentangan? Salah satu pasti ada yang keliru. Kalau terpaksa harus memilih sebaiknya memilih hukum termodinamika yang

kebenarannya telah terbukti secara ilmiah.

Asal Mula Hidup

White, 1994

            Untuk meninjau asal mula kehidupan sekali lagi kita dapat menerapkan hukum termodinamika kedua dalam menarik kesimpulan. Hukum ini menegaskan kondisi yang kompleks dan terartur cenderung menjadi sederhana dan tidak teratur, kecuali satu intervensi dari luar bekerja. Singkatnya keteraturan  perlahan-lahan digantikan oleh ketidak-teraturan. Hukum ini tidak mengijinkan kondisi yang sederhana dan tidak teratur berevolusi menjadi sesuatu yang kompleks dan teratus. Artinya bentuk kehidupan(kompleks) tidak dapat berkembang sebagai hasil kebetulan yanga alami belaka. Bertitik tolak dari konsep ini saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa molekul organaik sedehana tidak dapat berkembang dengan sendirirnya menjadi mahluk hidup, kecuali ada campur tangan oknum tertentu. Sebab

itu mempercayai Allah sebagai Pencipta mahluk hidup bukan saja rasional tetapi juga ilmiah.

Stanley Miller

Zat amoniak, hidrogen, metan dan uap air lalu mengalirkan energi tinggi melalui arus listrik. Sebagai hasilnya memeperoleh senyawa berbagai asam amino. Karena asam amino merupakan bahan dasar protein, dan karena protein merupakan  bahan pembentuk tubuh mahluk hidup, maka disimpulkan bahwa percobaan tersebut telah membuktikan kehidupan bermula secara kebetulan di planet bumi. Yang menjadi pertanyaan adalah

sejauh mana percobaan dari kesimpulan ini dapat diterima?

Sejauh Mana Pernyataan ini Dapat Diterima?

1.     Tidak ada bukti bahwa komposisi atmosfir bumi pada awal kejadian  hidup sama seperti dalam percobaan miller

2.     Sekalipun percobaan dilakukan sangat terkendali dengan kondisi yang sangat mendukung, jumlah zat organik yang dihasilkan sangat minim.

3.     Sumber energi yang sama telah memicu terjjadinya senyawa kimia organik, juga berpeluang memicu sebaliknya, yang membuat senyawa itu terurai kembali.

4.     Akumulasi berbagai molekul dalam satu genangan yang stagnan, memungkinkan melibatkan molekul-molekul yang berbahaya bagi kehidupan, sehingga justru menghambat perkembangan mahluk hidup.

5.     Mengingat efeknya yang mematikan saat ini, sinar ultraviolet dalam jumlah besar yang mencapai atmosfir bumi tanpa oksigen(lapisan ozon) tentu sangat berbahaya terhadapa segala bentuk kehidupan.

6.     Keberadaan oksigen yang menjadi masalah besar bagi evolusi saat inihampir semua mahluk hidup membutuhkan oksigen. Tanpa oksigen organisme tidak dapat bertahan hidup. Namun bentuk kehidupan yang pertama itu tidak membutuhkan oksigen(jika

evolusi betul) sebab memang tidak ada oksigen waktu itu di atmosfir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

Teori Ilmiah yang Menentang Evolusi

Hukum Termodinamika, hukum Termodinamika I, Hukum Termodinamika II

Prof. Henry Morris asal mula hidup, White, ntuk meninjau asal mula kehidupan sekali lagi kita dapat menerapkan hukum termodinamika kedua dalam menarik kesimpulan. Hukum ini menegaskan kondisi yang kompleks dan terartur cenderung menjadi sederhana dan tidak teratur, kecuali satu intervensi dari luar bekerja. Singkatnya keteraturan  perlahan-lahan digantikan oleh ketidak-teraturan. Hukum ini tidak mengijinkan kondisi yang sederhana dan tidak teratur berevolusi menjadi sesuatu yang kompleks dan teratus. Artinya bentuk kehidupan(kompleks) tidak dapat berkembang sebagai hasil kebetulan yanga alami belaka. Bertitik tolak dari konsep ini saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa molekul organaik sedehana tidak dapat berkembang dengan sendirirnya menjadi mahluk hidup, kecuali ada campur tangan oknum tertentu. Sebab itu mempercayai Allah sebagai Pencipta mahluk hidup

bukan saja rasional tetapi juga ilmiah.

Teori Ilmiah yang mendukung Penciptaan

Kedua hukum termodinamika berlaku bukan saja dalam ilmu fisika tetapi juga dalam ilmu kimia, biologi dan geologi bahkan berlaku secara universal. Hukum ini menyimpulkan bahwa energi total di alam semesta tidak berubah tetapi energi yang tersedia dari mahluk hidup dan lingkungan terus berkurang. (Morris, 1997).

Berdasarkan hukum ini, berbagai organ hewan mungkin saja mengalami kemerosotan fungsi sehingga menjadi vestigal, bahkan sejenis mahluk hidup menjadi punah tetapi manusia tidak menemukan organ baru atau mahluk baru, dalam artinya tadinya tidak ada. Dengan prinsip yang sama orang dapat mengawinkan silang domba dan menghasilkan ratusan varietas, domba. Tetap mereka tidak akan pernah memperoleh varietas domba baru dari persilangan jenis hewan yang lain. Hukum termodinamika mendukung prinsip genetika.

Melalui konsep termodinamika ini kita menyimpulkan, pada mula pertama Allah yang Maha Kuasa(Energi) itu menciptakan benda-benda(masa) dan semesta alam. Kemudian pada mula pertama itu juga, Allah melengkapi semua sistem dengan keteraturan yang sempurna. Dengan demikian hukum termodinamika itu bukan  hanya menunjukan kebenaran penciptaan

tetapi secara langsung menentang evolusi.

Aplikasi yang Dapat Diambil dari Perbandingan

Evolusi dan Penciptaan

            Alkitab dengan jelas katakan meskipun setan menggunakan berbagai cara agar manusia bercerai dengan Tuhan, Tuhan akan selalu membuat cara agar teori-teori jahat setan dapat dipecahkan dan kalah. Ibrani 11:3 katakan” Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telaah dijadikan oleh Firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”

 

 



[1]Dr. Canadian Z. Panjaitan, “Sains, Teknologi dan Alkitab”(Bandung: Yayasan Pustaka Wina, 2000), 87.

 

[2]Wikimedia, “Evolusi”, Wikipedia: 1[Journal on-line]; available from https://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi; Internet; accessed 24 November 2015.

[3]Dosso Sang Isahi, “Evolusi: Pemahaman Teori dan Bukti Evolusi”, Biologi Media Centre: 1[Journal on-line]; available from http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/; Internet; accessed  24 November 2015. 

 

[4] Evy Siscawati, “Evolusi”, Fakta Ilmiah: 1[Journal on-line]; available from http://www.faktailmiah.com/2011/03/22/evolusi.html; Internet; accessed 24 November 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAHYU 11:3,4

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah      Dalam   kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan ...