Kamis, 12 September 2024

Pemahaman Dibenarkan karena Perbuatan dalam kitab Yakobus

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

     “Menurut Luther surat Yakobus adalah surat jerami saja. Dia mengatkan hal ini oleh karena tidak ada injil didalam surat ini. Dalam surat ini Luther tidak sadar bahwa surat ini adalah petunjuk untuk memperbaiki kehidupan rohani dan bukan kitab-kitab yang berisikan dasat–dasar teologi.”[1] Pada awalnya Luther tidak terlalu menganggap surat ini, karena tidak ada injil dalamnya. “Namun dalam surat ini terdapat cara hidup orang Kristen. Satu-satunya calon penulis dari semua orang yang disebut dalam perjanjian baru hanya Yakobus saudara Tuhan Yesus (mrk 6:3; kis 15:13; gal 1:19)”[2]

     Dalam Perjanjian Baru, Yakobus muncul sebagai orang terkemuka dan terkemuka di gereja di Yerusalem. Di kemudian hari dia disebutkan oleh para penulis gerejawi sebagai "Uskup Yerusalem;"” [3]

     Surat kabar tersebut dimaksudkan untuk dituliskan kepada "dua belas suku yang tersebar di luar negeri" - atau "dua belas suku penyebaran" - Tidak disebutkan tempat mereka tinggal dibuat; Juga tidak dapat ditentukan apa bagian dunia yang pertama kali dikirim, atau apakah lebih dari satu salinan dikirim. Semua yang dapat ditentukan secara meyakinkan berkenaan dengan orang-orang yang menjadi sasarannya, adalah: bahwa mereka keturunan Yahudi dan bahwa mereka adalah orang Kristen yang bertobat, Yakobus 2: 1.[4] Yakobus mengirim surat ini adalah kepada orang Yahudi Kristen yang pada waktu itu tersebar dimana-mana yang berarti surat ini adalah surat edaran kepada orang-orang yang bukan hanya di satu tempat saja melainkan dimana-mana. Yakobus mengirim surat ini adalah untuk memperbaiki kehidupan orang Kristen Yahudi di perantauan.

     “Dalam surat ini Yakobus ingin menuliskan bahwa hidup yang berdasarkan iman kepada yesus lebih baik karena merupakan jalan yang pasti menuju ke surga. Kitab Yakobus juga menenkankan hal hidup beriman. Yakobus ingin supaya orang-orang tahu bahwa kelakuan dan perbuatan mereka sangat penting. Dan pokok utama dari kitab Yaobus adalah kehidupan yang benar membuktikan iman yang benar.”[5] Yakobus ingin para pembaca suratnya mengerti bahwa surat ini diberikan agar dapat bertumbuh dengan iman yang mereka miliki. Yakobus menginginkan agar iman yang mereka miliki dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

     Jika menurut Paulus dalam surat Roma 3:28 “karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan hanya karena ia malakukan hukum taurat.” Yang berarti bahwa manusia dibenarkan oleh imannya kepada Yesus. Juga dalam surat galatia 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.” Tidak seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum taurat, namun manusia dibenarkan oleh karena iman saja kepada Yesus Kristus.

     Berbeda dengan Yakobus dalam suratnya yakobus 2:24 bahwa “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.” Bahwa manusia bukan saja dibenarkan oleh karena iman saja melainkan manusia juga dibenarkan oleh perbuatan-perbuatannya.

     Yang menjadi kebingungan dari penulis apakah manusia dibenarkan oleh karena imannya saja kepada Yesus Kristus bukan karena perbuatannya seperti yang dituliskan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat galatia dan Roma, ataukah manusia dibenarkan oleh karena iman kepada Yesus dan perbuatannya juga dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:

1. Apa makna kalimat “dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

2. Apakah makna teologi dari kalimat ““dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

3. Apa aplikasi dari kata “dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

 

 

Tujuan penelitian

Penulis juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penulisan penelitian ini, diantaranya:

1. Mencari tahu makna kalimat  “dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

2. Mencari tahu makna Teologi kalimat    “dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

3. Mencari tahu aplikasi yang dapat diambil dari ka kalimat     “dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kata “dibenarkan” dalam bahasa Indonesia

     Dalam bahasa Indonesia kata dibenarkan memiliki kata dasar; “benar” yang artinya adalah sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah. Dan kata dibenarkan memiliki kata aktif “membenarkan” yang berarti membuat supaya benar; meluruskan.[6] Jadi arti dari dibenarkan adalah: yang seharusnya seseorang dianggap salah, menjadi benar atau diluruskan.

Kata “dibenarkan” dalam buku lain

     Dalam buku galatia Paulus menuliskan bahwa manusia dibenarkan oleh imannya kepada Yesus. “sangat penting  untuk diingat bahwa iman itu sendiri tidak menambahkan pembenaran, seolah-olah iman yang berjasa dalam dan dirinya sendiri. Sebaliknya, iman adalah sarana oleh mana kita berpegang pada  Kristus dan perbuatan-Nya bagi kita. kita tidak dibenarkan berdasakan iman kita, tetapi berdasarkan kesetiaan Kristus demi kita, yang kita minta untuk diri kita melalui iman.”[7] Paulus menyatakan bahwa bukan karena iman dan perbuatan yang membuat kita dibenarkan, melainkan kita dibenarkan oleh karena kesetiaan dan apa yang telah Yesus perbuat bagi kita.

     Dalam surat Paulus kepada Roma “ketika seorang berdosa berbalik kepada Allah untuk keselamatan, adlah tindakan kasih karunia untuk mempertimbangkan atau menyatakan orang itu menjadi benar. Orang itu dibenarkan melalui penebusan dalam Kristus, penebusan yang ditawarkan oleh Yesus sebagai pengganti dan jaminan bagi orang berdosa.”[8] Manusia dinyatakan benar adalah oleh akrena Yesus Kristuslah yang telah membenarkannya bukan oleh karena dirinya sendiri.

     Dan dalam buku yang sama “roma 3:28 adalah kesimpulan klaim Paulus bahwa iman tidak termasuk kesombongan. Jika manusia dibenarkan oleh perbuatannya sendiri, dia dapat menyombongkannya. Tetapi ketika ia dibenarkan karena Yesus adalah objek imannya, maka penghargaan semata-mata diberikan hanya kepada Allah, yang membenarkan orang berdosa.”[9] Dalam hal ini dinyatakan bahwa jika manusia dibenarkan melalui perbuatannya maka akan ada kesombongan dalam diri masing-masing. Namun jika kita dibenarkan oleh karena iman maka kita akan merasa bahwa kita adalah manusia yang memerlukan keselamatan dan berfokus pada Allah yang membenarkan orang berdosa.

     Dalam dua buku yang memiliki kata dibenarkan yaitu galatia dan Roma, penulis melihat bahwa sangat berbeda dengan apa yang tertulis dalam Yakobus 2:24, yang menyatakan bahwa manusia dibenarkan oleh karena perbuatan-perbuatannya juga. Oleh karena itu penulis ingin melihat komentar dari para Ahli.

 

 

Komentar Para Ahli

Barnes Commentary

     “Tidak seorang pun akan dibenarkan yang tidak beriman yang akan menghasilkan perbuatan baik, dan yang merupakan karakter operasi dan praktis. Dasar pembenaran dalam kasus ini adalah iman, dan itu saja; bukti itu, yang melaksanakannya, bukti keberadaan iman, adalah perbuatan baik; dan dengan demikian manusia dibenarkan dan diselamatkan bukan hanya dengan iman yang abstrak dan dingin, tapi dengan iman yang selalu berhubungan dengan perbuatan baik, dan di mana perbuatan baik melakukan peran penting.” [10] iman haruslah dapat ditunjukkan dari luar saja bukan dari hati, harus ada bukti dari keberadaan iman, dan salah satu buktinya adalah dengan perbuatan-perbuatan baik.

Calvin’s Commentary

     “Manusia tidak dibenarkan oleh iman saja, yaitu dengan pengetahuan kosong dan kosong tentang Tuhan; Dia dibenarkan oleh perbuatan, yaitu, kebenarannya diketahui dan dibuktikan dengan buahnya.”

Clarkes Commentary

     “Ketaatan kepada Tuhan pada dasarnya diperlukan untuk mempertahankan iman. Iman hidup, di bawah tuhan, oleh pekerjaan; dan pebuatan memiliki keberadaan dan keunggulan dari iman. Tidak dapat bertahan hidup tanpa yang lain, dan ini adalah titik dimana St James bekerja untuk membuktikan, untuk meyakinkan Antinomians pada masanya bahwa iman mereka adalah khayalan belaka, dan bahwa harapan yang dibangun di atasnya harus dibutuhkan binasa.”[11]

Manusia yang hanya mengandalkan iman saja tanpa menyatakan dalam perbuatan adalah sia-sia seperti halnya harapan.

 

 

                    Elicotts Commentary      

     “Kamu lihat bagaimana itu dengan bekerja. Perhatikan bahwa St Yakobus mengatakan bahwa seseorang tidak dibenarkan "hanya dengan iman saja," menempatkan kata keterangan itu dalam posisi terakhir dan paling tegas. Dia tidak pernah menyangkal pembenaran oleh Iman; tapi itu lebih disukai salah satu keyakinan diam, spekulatif, teoritis, tanpa tindakan cinta yang sesuai.”[12] Manusia tidak hanya dibenarkan oleh iman saja oleh karena, seorang yang memiliki iman seharusnya memiliki perbuatan. Jika tidak memiliki perbuatan iman itu adalah seperti hanya mencintai namun tidak ada tindakan dalam cinta itu.

Matthew Henry Commentary

     “Kita lihat kemudian, ayat 24, bagaimana dengan bekerja seseorang dibenarkan, bukan oleh opini atau profesi yang telanjang, atau percaya tanpa dipatuhi; tetapi dengan memiliki iman seperti menghasilkan perbuatan baik. Iman adalah akar, perbuatan baik adalah buah; dan kita harus memastikannya bahwa kita memiliki keduanya.”[13] Iman adalah akar dalam pembenaran dan perbuatan yang dilakukan oleh manusia adalah buah dari yang telah di imani oleh manusia.

Merril C. Tenney

     Sesungguhnya Yakobus bukan menentang iman, tetapi ia mengecam kemunafikan mereka yang berpura-pura memiliki iman tanpa menunjukkannya dalam perbuatan. Setiap kebenaran dapat diputar-balikkan dan doktrin tentang keselamatan oleh iman dapat dengan mudah diselewengkan menjadi pengakuan suatu kepercayaan tanpa diimbangi oleh kekudusan hidup. Yakobus tidak menyangkal pentingnya iman. Tetapi menegaskan bahwa iman harus menunjukkan hasil.[14] Yakobus tidak pernah bertentangan dengan Paulus, Yakobusingin mengecam orang-orang yng munafik yang memiliki iman namun tidak menunjukkannya dalam perbuatan.

Charles Caldwell

     “Adalah sangat penting bagi argumen untuk mengingat bahwa pertanyaan tentang apakah iman dapat diselamatkan dibatasi oleh hipotesis bahwa hal itu harus dipahami dalam hubungan dengan seseorang yang mengatakan bahwa ia memiliki iman tetapi menghasilkan apakah iman semacam itu, yaitu iman yang sudah mati, bisa menghemat Itu adalah keimanan yang menurut Yakobus ditunjukkan dengan tidak adanya tanggapan terhadap sedekah, yang sangat penting bagi orang Yahudi.”[15] Seorang yang mempunyai iman namun tidak melakukan apa yang diimaninya itulah yang disalahkan oleh Yakobus. Suatu hal yang diimani haruslah seperti itu yang diperbuatnya dalam kehidupannya.

 

Tafsiran alkitab masa kini

     “demikian pula seorang dibenarkan karena iman dan dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya. Iman itu harus hidup dan perbuatan-perbuatannya dibangkitkan oleh iman. Kedua-duanya dibedakan dalam pikiran, tetapi harus dipersatukan dalam kenyataan. Iman Kristen dan amal Yahudi (paulus); iman Yahudi dan amal Kristen (yakobus). Paulus berpendirian bahwa yang membenarkan adakah iman Kristen, bukannya amal yahudi dengan melakukan hukum taurat (rm 3:28). Yakobus dalam hal ini tidak puas dengan iman Yahudi(pengajaran keesaan Allah; ayat 19) tapi menuntut amal kristen selaku bukti bahwa orang itu dibenarkan.”[16] Paulus dan juga Yakobus memiliki kesamaan yaitu seorang Kristen haruslah memiliki iman Kristen dan dengan iman itu akan membuahkan perbuatan Kristen, yang berarti manusi bukanlah selamat dengan melakukan hukum taurat melainkan karena iman itu, dan iman itu akan membuahkan perbuatan kebajikan.

Seventh day adventist bible Commentary

     “Yakobus tidak menyangkal bahwa seseorang dinyatakan benar karena iman, karena kutipan yang diberikannya dari gen 15: 6 adalah bukti dari kepercayaan ini. Namun, dia menolak hanya pengakuan iman semata yang bisa membenarkan seorang manusia. perbuatan baik menyertai iman dan membuktikan keabsahan iman yang dengannya seseorang dibenarkan. Jika tidak ada "perbuatan", terbukti bahwa iman sejati tidak ada”[17]

 

 

 

 

 

BAB III
Kesimpulan

     “Paulus dan Yakobus sepakat mengenai pembenaran oleh iman. Sementara Paulus mengamanatkan betapa tidak benarnya pencarian pembenaran melalui perbuatan, dan Yakobus mengaitkan betapa berbahayanya konsep pembenaran tanpa perbuatan. Baik amal maupun iman yang mati tidaklah akan menuntun kepada pembenaran. Hal itu dapat diwujudkan hanyalah dengan iman yang sejati yang bekerja berdasarkan kasih.”[18] Paulus menulis pembenaran oleh iman agar jangan sampai orang-orang menganggap jika mereka melakukan kebaikan akan selamat, dan Yakobus menyatakan bahwa dalam memiliki iman haruslah ada buahnya yaitu perbuatan akan firman Tuhan.

     Paulus dan yakobus memiliki perbedaan pandangan tentang pembenaran, namun dalam konteks abraham dalam roma 4 adalah mengenai apakah sunat itu penting. Paulus menuliskan bahwa Abraham tidak dibenarkan oleh karena melakukan hukum taurat karena Abraham percaya kepada Allah sebelum disunat. Abraham disunat sebagai ppengakuan luar dari imannya. Paulus mengartikan iman yang menyelamatkan adalah percaya bahwa Allah menepati janji-Nya. Perbuatan-perbuatan yang dimaksudkan bukanlah perbuatan hukum. Melainkan perbuatan-perbuatan iman. Iman yang sejati adalah “iman yang bekerja melalui kasih.perbuatan baik bukan sekedar tanda lahiriah iman, tetapi merupakan penyempurnaan iman. Menurut Yakobus melalui penurutan, iman menjadi sempurna.[19]

Aplikasi

     Setiap manusia sudah dibenarkan oleh Tuhan. segala kesalahan yang manusia Tuhan sudah anggap benar. Jika manusia memiliki iman kepada Tuhan melalui firman-Nya, maka sudah dibenarkan. Namun sebagai manusia yang sudah dibenarkan melalui iman, kita harus memiliki perbuatan-perbuatan yang menyatakan iman kita. seperti halnya pohon, iman adalah akar yang membantu pertumbuhan dari pohon dan perbuatan adalah buah dari iman tersebut. Karena perbuatan adalah pengakuan luar yang manusia lihat, dan iman hanya Tuhan saja yang dapat melihatnya.

 

 

 

 

 



[1] D. Guthrie, Tafsiran Alkitab Masa Kini (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1999), 471.

     [2] Ibid

     [3] Joseph S. Exell, The Biblical Illustrator (Michigan: Baker Book House, 1996)35.

 

     [4]F.C. Cook, Barnes Note on The Old and New Testaments  (Michigan: Baker Book House, 1996), 419.

     [5]E. Chauke dan B. Beckelhymer, Penyelidikan Perjanjian Baru (bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1999),112.

              [6] Hasan Alwi,  Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), 420.

              [7] Carl cosaert, Injil Dalam Kitab Galatia (bandung: Indonesia Publishing house, 2017), 29.

              [8] Team ABSG, Keselamatan oleh Iman saja Kitab Roma (bandung: Indonesia Publishing House, 2017), 29

              [9] Ibid;

              [10] Albert Barnes, Barnes’ Notes on the New Testament (Michigan: Kregel Publications, 1980), 456.

    

              [11] Clarke’s, Clarke’s Commentary ( United States America, 1887), 219.

              [12] Charles J. Ellicott, Ellicott Commentary (London: James Family Publishing, 1887),

105-106.

              [13] Matthew Henry, Commentary on the Bible by Matthew Henry, (michigan: Zondervan Publihing House, 1978), 331.

              [14] Merril C. Tenney, survei perjanjian baru, (malang: Penerbit Gandum Mas, 2003), 328.

              [15] Charles Caldwell, Biblical Theology of the New Testament (chicago: moody press,1966),140.

     [16] yayasan komunikasi bina kasih Tafsiran alkitab masa kini, (jakarta: omf, 1999), 797.

 

              [17] franchis d. Nichol Seventh day adventist commentarry, (washington d.c : review and herald publishing association, 1957), 547.

     [18] Wilson nadeak, Apa yang perlu anda ketahui tentang...(bandung: indonesia Publishing house, 2016), 140

     [19]Clinton Wahlon, buku Yakobus, (bandung: indonesia publishing house, 2014), 69.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAHYU 11:3,4

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah      Dalam   kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan ...