Kamis, 12 September 2024

Bagaimana Dosa Terjadi di Bumi

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang masalah

   “ Sejak masa kekekalan Tuhan Yesus Kristus satu dengan Bapa; Ialah “gambar Allah,” peta kebesaran dan keagungan-Nya, cahaya kemuliaan-Nya.” Untuk menyatakan kemuliaan inilah Ia datang ke dunia ini. Ke bumi yang sudah digelapkan oleh dosa ini Ia datang untuk menyatakan terang kasih Allah,--menjadi “Allah menyertai kita.” Karena itulah maka telah dinubuatkan tentang Dia, “Mereka akan menamakan Dia Imanuel.”[1] Yesus datang ke dunia adalah untuk menyatakan kemuliaan-Nya yang sudah di rusak oleh setan. Dia datang ke dunia ini adalah karena dosa yang pernah terjadi di muka bumi ini.

   “1 yohanes 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.”  Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Dengan kita melakukan dosa kita telah menjadi musuh Allah. Bukan hanya 10 hukum saja yang merupakan hukum Allah namun semua yang tertulis di Alkitab adalah hukum Allah. Dan jika kita melawan satu perintah dalam hukum Allah kita telah berdosa.

   “Dari awalnya dan sepanjang perkembangannya, dosa adalah setiap penentangan yang ditujukan kepada Allah, dan petokan inilah yang dapat menereangkan keanekaan bentuk dan kegiatan dosa.”[2] Setiap orang yang berdosa adalah yang bertentangan dengan hukum Allah. Dan hukum Allah adalah tabiat dari Allah. Dan jika manusia melakukan dosa berarti manusia bertentangan dengan tabiat Allah, atau melawan tabiat Allah.

 

    “ Saul telah gagal menjalani ujian iman di dalam keadaan yang sulit di Gilgal, dan telah mendatangkan celaan kepada pelayanan akan Allah; tetapi kesalahan-kesalahannya itu belumlah merupakan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki kembali, dan Tuhan akan memberikan kepadanya suatu kesempatan yang lain untuk mempelajari pelajaran tentang iman yang teguh dalam Firman-Nya, dan penurutan atas perintah-Nya.” [3] Dengan membiarkan hidup Agag, raja amalek dan dengan menyelamatkan segala hewan ternaknya saul telah berbuta dosa terhadap Tuhan. Dengan hal ini saul telah melanggar perintah Tuhan yang sebetulnya dia harus membunuh semua orang amalek termasuk rajanya dan juga membunuh segala hewan ternak dia tidak membunuhnya. Dengan dosa ini saul telah ditolak menjadi raja bangsa Israel.

   “ Gantinya pekerjaan yang memberikan kebahagiaan yang telah ditetapkan bagi mereka dulu, maka sekarang penderitaan kesukaran harus menjadi nasib mereka. Mereka akan menjadi korban keputus-asaan, kedukaan, sakit dan akhirnya kematian.”[4] Dengan berdosanya adam dan hawa di taman eden banyak hal yang tidak baik terjadi kepada diri mereka. banyak penderitaan terjadi kepada adam dan hawa. Mereka telah diusir dari taman eden, mereka susa bekerja, susah melahirkan dan lebih menyedihkan lagi adalah anak kedua dari adam dan hawa yaitu habel dibunuh oleh abangnya sendiri, kain.

   “Di antara mereka ini terdapat orang lumpuh di kapernaum. Seperti orang kusta itu, orang lumpuh ini telah kehilangan harapan untuk sumbuh. Penyakitnya itu disebabkan kehidupan yang penuh dosa, dan penseritaanya semakin pahit oleh penyesalan yang dalam.”[5] Sewaktu Yesus berada di kapernaum ada orang lumpuh yang dibawa oleh teman-temannya kepada Yesus. Pada waktu yesus pergi ke Kapernaum telah tersiar kabar tentangnya yang menyembuhkan banyak orang. Dengan penyembuhan yang banya dilakukan oleh yesus, terdengarlah oleh seorang pemuda yang lumpuh. Penyakit yang pemuda ini rasakan adalah akibat dosa yang sangat kejam. Dosa telah membuatnya lumpuh. Dan akhirnya dia dibantu oleh teman-temannya untuk disembuhkan oleh Yesus. Yesus bukan saja menyembuhkannya namun juga mengampuni dosa yang telah dilakukannya.

   “Karena korban penghapus dosa itu wajib dalam kejadian-kejadian seperti yang telah dikemukakan, maka kelonggaran yang selayaknya diberikan kepada orang miskin yang tidak dapat membiayai korban yang mahal.”[6] Jika ada orang Israel melakukan dosa mereka harus mengorbankan binatang yaitu dengan mengorbankan domba, burung tekukur, dan juga ada tepung. Dosa juga mengakibatkan kematian dari hewan-hewan. Bukan hanya manusia yang telah berdosa yang harus mati, namun juga binatang-binatang harus mati juga. Dan domba dan burung tekukur juga diharuskan menjadi korban bagi penghapus dosa umat Israel pada waktu itu.

   “Setelah dia iri bahwa dia tidak punya hak, perempuan itu melai melanggar perintah satu demi satu. Selanjutnya dia mencuri milik Allah, melanggar hukum ke 8 dari 10 perintah Tuhan. (keluaran 20:15) Dengan memakan buah yang dilarang dan memberikannya pada suaminya dia juga telah melanggar hukum ke 6 (kel 20:13) dan juga dia merusak hukum pertama (kel 20:3), karena dia tempatkan setan sebelum Tuhan pada penghargaannya, dan mematuhinya daripada penciptanya.” [7] sewaktu Hawa mengambil buah pengetahuan baik dan jahat Hawa telah melakukan 3 dosa terhadap Allah dan dari sinilah awal mulanya dosa berada di dunia. Diawali dengan mengingini kemuliaan Allah, kemudian hawapun mencuri buah yang dimiliki oleh Allah. 3 pelanggaran hukum langsung hawa lakukan pada waktu itu kemudian dia membunuh suaminya dengan memberikan buah itu. disinilah awalnya dosa dimulai di dunia ini. Dengan mengingini yang bukan miliknya hawa mulai berdosa.

   “Tetapi setelah jatuh  ke dalam dosa, manusia memilih untuk mengikuti kemauannya sendiri yang penuh dengan dosa itu, dan sebagai akibatnya kejahatan dan kemalangan bertambah-tambah dengan cepatnya.”[8] Setelah manusia jatuh  ke dalam buruknya dosa manusia elbih mengikuti keinginannya sendiri. Dan oleh karena itulah kejahatan semaki bertambah cepatnya di dunia ini.

Identifikasi Masalah

Bedasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan yaitu:

1.     Apakah  makna dosa?

2.     Kenapa ada dosa dibumi ini?

3.     Dari manakah asal dosa?

4.     Bagaimana dosa dapat terjadi di tempat yang paling sempurna yang disebut surga?

Tujuan Penelitian

Penulis juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini, diantaranya:

1.     Mencari tahu makna dosa.

2.     Mencari tahu asal mula dosa di bumi.

3.     Mencari tahu asal dosa dari sejak mulanya.

4.     Mencari tahu proses dosa di sorga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kata dosa dalam bahasa Ibrani

   Dalam bahasa aslinya kata ibrani yang paling umum untuk dosa adalah khatta’t dan kata yunani adalah hamartia, hamartema, parabasis, paraptoma, poneria, adomia dan adikia. Dari situ doa dapat diartikan sebagai kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak menaati hukum, kelaliman atau ketidakadilan

Kata dosa dalam bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan ampunilah segala—kami dan juga perbuatan salah dan asal dosa diturunkan dari Adam dan Hawa.  Jadi dosa dalam kamus besar bahasa Indonesia menjelaskan bahwa dosa adalah pelanggaran kepada hukum Tuhan, ada 10 hukum Tuhan menurut kaum Advent. Jika melanggar salah satu dari semuanya itu maka itu adalah dosa. Dan ini sangat sejalan dengan Alkitab yang terulis dalam 1 Yohanes 3:4 yaitu: Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.[9]

   Dan juga dalam yakobus 4:17 menuliskan bahwa Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Bukan hanya melanggar hukum Allah saja kita telah melakukan dosa. Melainkan jika kita juga melanggar hukum sipil dan pemerintahan pun kita telah melakukan dosa. Kita juga telah melanggar hukum Tuhan dengan melanggar hukum pemerintahan.

   Dosa adalah sesuatu yang bekerja di luar prinsip, yang berperang melawan hukum kasih yang agung yang menjadi landasan pemerintahan Ilahi.[10] Jika kita melakukan dosa kita bekerja di luar prinsip Allah. Dan jika kita bekerja di luar prinsip Allah maka kita telah berperang melawan hukum Kasih Allah yang agung. Dan jika begitu jika kita melakukan dosa kita telah berperang melawan Allah. Dan dosa adalah pengacau dan penggangu. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan dosa. Tidak ada alasan untuk membiarkan keberadaan dan kehadiran dosa dalam kehiduapan kita.

Pandangan para Ahli

Ellen G. White

   Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang  bersama-sama  dengan  dia,  dan  suaminyapun memakannya." Memang rasanya sedap dan bilamana ia memakannya, ia seolah-olah merasakan adanya satu kuasa yang menggairahkan hidupnya dan membayangkan bahwa ia sedang memasuki suatu kehidupan yang lebih mulia. Tanpa perasaan takut sedikit pun ia memetik dan memakannya. Dan sekarang, setelah ia melakukan pelanggaran, ia menjadi alat Setan dalam membinasakan suaminya.[11] Disinilah asal mulanya manusia telah berdosa terhadap Allah. Hawa suami adam telah melakukan kesalahan yang besar kesalahan pertama yang telah dilakukannya adalah dengan dia pergi jauh dari Adam. Dan kesalahan kedua adalah dia berjalan-jalan di sekitar buah larangan dan kesalahan ketiga yang dibuatnya adlaah dengan dia mendengarkan suara dari penggoda itu dan kesalahan keempat yang dilakukannya adalah dengan meragukan apa yang telah Allah katakan. Dan akhirnya hawa menjadi alat setan dengan membuat hawa memberikan buah itu kepada Adam. Pada waktu Adam melihat apa yang telah terjadi Adam menjadi takut dan heran apa yang harus Adam lakukan. Dan oleh karena cintanya yang sangat besar terhadap hawa Adam pun langsung merebut buah itu dan cepat memakannya. Adam telah berdosa karena cintanya yang begitu besar kepada Hawa.[12]

   Dosa adalah sesuatu yang misterius dan yang tidak dapat diterangkan dan dipertanggungjawabkan. Dosa bermula dari dia yang, setelah Kristus, paling mulia dari antara penghuni surga Dosa tidak dapat diterangkan secara tuntas dan tidak pula dapat dibenarkan, akarnya dapat ditelusuri dalam keangkuhan lucifer.[13] Arti nama lucifer berarti adalah “pembawa terang”.[14] Lucifer adalah malaikat yang paling tertinggi diantara malaikat lainnya. Dia adalah seorang yang terutama diantara kerub-kerub yang berjaga, kerub-kerub yang suci dan yang tidak bercacat cela.[15] Wajah lucifer sama seperti malaikat-malaikat lain, lemah lambut dan menyatakan kebahagiaan. Dahinya tinggi dan lebar, menunjukkan kecerdasan yang besar. Perawakannya sempurna; memancarkan kemuliaan dan cemerlang.

   Namun pada waktu lucifer melihat bahwa dalam penciptaan yesus yang diajak setan menjadi cemburu terhadap Yesus. setan menjadi iri, cemburu, dan memiliki kebencian dalam dirinya. Ia mau memiliki keinginan kehormatan yang tertinggi dalam kerajaan sorga.  Lucifer tidak mau puas kedudukannya yang sudah tinggi itu, jabatan yang diberikan penciptanya.[16] Lucifer sedikit demi sedikit memanjakan suatu keinginan untuk meninggikan diri sendiri. Dia membiarkan iri dalam hatinya menguasai dirinya sendiri, sehingga oleh karena begitu dia tetap berketatapan dalam dirinya untuk tetap meninggikan diri.

   Akhirnya oleh karena cemburu terhadap Allah diapun menganggap bahwa hukum Allah tidak baik dan benar. Lucifer akhirnya menyatakan kepada para malaikat-malaikat lain bahwa hukum Allah tidak benar. Dia memberitahukan kepada semua para malaikat bahwa dia seharusnya diajak dalam penciptaan. Dan akhirnya banyak juga malaikat lain yang mengikuti lucifer dalam pemberontakan akan Allah.

   Sebenarnya Tuhan telah berkali-kali membujuk lucifer untuk tidak seperti itu lagi. Lucifer berkali-kali diampuni oleh Tuhan dengan syarat dia harus pertobatan dan penyerahan serta tunduk kepada Allah. Namun yang terjadi adalah lucifer tetap tidak mau bertobat. Dan akhirnya lucifer merasa bahwa dia telah salah terhadap Tuhan, namun Tuhan mau lucifer menyatakan hal tersebut di hadapan semua makhluk ciptaan Tuhan. Dan akhirnya Tuhan pun mengusir dia oleh karena dosanya yang telah dibuatnya. Namun Tuhan tetap membiarkan kebencian Lucifer matang agar para malaikat dan manusia dapat mempunyai pilihan karena Tuhan mau agar penyembahan yang diberikan oleh amnusia bukan secara terpaksa namun secara sukarela.

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penulisan

   Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Jika kita melakukan dosa, maka kita telah melanggar hukum Allah. Dan jika kita telah melanggar hukum Allah kita telah melawan Allah sang pencipta dan penebus kita dari dosa tersebut. Dosa dimulai pertama kali di bumi adalah pada waktu adam dan hawa melanggar sebuah perintah yang Tuhan telah berikan kepada mereka. pada awalnya Hawa yang berdosa. Hawa melakukan dosa tiga kali yaitu, dia mencuri, dia menjadikan Ular sebagi tuannya dengan mau disuruh untuk memakan buah itu, dia mencuri sebuah buah yang adalah milik Allah, dan dia membunuh suaminya dengan memberikan buah itu. Disitulah pertama kalinya dosa dimulai. Dengan hawa berjalan-jalan disekitar pohon itu.

   Pada awalnya dosa adalah bermula di sorga pada waktu Allah menciptakan manusia, lucifer menjadi cemburu karena tidak di bawa kedalam penciptaan pada waktu itu, melainkan sang Anaklah yang dibawa kedalam penciptaan. Lucifer iri terhadap Anak Allah. Dia menganggap bahwa dirinya juga wajib di bawa kedalam penciptaan karena dia mempunyai tugas/ jabatan yang besar yaitu dengan dia berada ditengah-tengah kerub. Luciferpun adalah juga penjaga taman Allah yang penuh batu yang indah. Lucifer telah melakukan dosa dengan dia iri hati, sombong dan juga benci. Tuhan sebenarnya telah mengampuni lucifer jika dia bertobat namun dia tidak mau bertobat.

 

 

Saran

Manusia telah berdosa terhadap Allah. Jika manusia melakukan dosa maka manusia menjadikan dirinya musuh Allah. Jika manusia berdosa manusia telah menjadi pengikut setan. Dosa adalah cara kita untuk menjauhkan diri dari pada Tuhan, kita bisa tidak berdosa jika kita tidak menyerahkan diri kita kepada Allah. Tetapi jika kita berdosa Tuhan akan adil untuk mengampuni kita kalau kita meminta ampun, bertobat dan berserah kepada Allah.



[1] Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (Bandung: Indonesia Publishing House, 2015), 13.

 

[2] J.D Douglas, Ensiklopedia Alkitab Masa Kini( Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1997), 256

[3] Ellen G. White, Sejarah Para Nabi  2(bandung: indonesia publishing house, 1999), 271.

[4] Ellen G. White, sejarah para nabi 1(bandung, indonesia publishing house, 2011) 24

[5] Ellen G. White, hidup yang terbaik( bandung, indonesia publishing house, 2012) 59.

[6] A. Simanjuntak, Tafsiran alkitab masa kini 1 (yayasan komunikasi bina kasih, 1982),195.

[7] Ellen G. White, Francis D. Nichol, The SDA bible commentary volume 1(Washington: Review and Herald Publishing Association, 1953)230, 231

[8], Ellen G. White, Sejarah para nabi edisi dipadatkan (bandung: indonesia publishing house, 1994), 57

[9] Ellen G. White, Kemenangan Akhir (Bandung: Indonesia Publishing House, 1999) 516.

[10] Ibid 516

[11] Ibid 52

[12] Ellen G. White, Tulisan-Tulisan Permulaan(Bandung: Indonesia Publishing house, 1985)267,268

[13] Drs. Wilson Nadeak, Apa yang anda perlu ketahui tentang ... (Bandung:Indonesia Publishing House, 1998)125.

[14] Ellen G. White, The SDA Bible dictionary, edisi revisi(washington: review and herald publishing association, 1953) 683.

[15] Ibid 517.

[16] Ibid 126

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAHYU 11:3,4

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah      Dalam   kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan ...