BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
“ Sejak masa kekekalan Tuhan Yesus Kristus
satu dengan Bapa; Ialah “gambar Allah,” peta kebesaran dan keagungan-Nya,
cahaya kemuliaan-Nya.” Untuk menyatakan kemuliaan inilah Ia datang ke dunia
ini. Ke bumi yang sudah digelapkan oleh dosa ini Ia datang untuk menyatakan
terang kasih Allah,--menjadi “Allah menyertai kita.” Karena itulah maka telah
dinubuatkan tentang Dia, “Mereka akan menamakan Dia Imanuel.”[1] Yesus
datang ke dunia adalah untuk menyatakan kemuliaan-Nya yang sudah di rusak oleh
setan. Dia datang ke dunia ini adalah karena dosa yang pernah terjadi di muka
bumi ini.
“1 yohanes 3:4 Setiap orang yang berbuat
dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum
Allah.” Dosa adalah pelanggaran terhadap
hukum Allah. Dengan kita melakukan dosa kita telah menjadi musuh Allah. Bukan
hanya 10 hukum saja yang merupakan hukum Allah namun semua yang tertulis di
Alkitab adalah hukum Allah. Dan jika kita melawan satu perintah dalam hukum
Allah kita telah berdosa.
“Dari awalnya dan sepanjang perkembangannya,
dosa adalah setiap penentangan yang ditujukan kepada Allah, dan petokan inilah
yang dapat menereangkan keanekaan bentuk dan kegiatan dosa.”[2]
Setiap orang yang berdosa adalah yang bertentangan dengan hukum Allah. Dan
hukum Allah adalah tabiat dari Allah. Dan jika manusia melakukan dosa berarti
manusia bertentangan dengan tabiat Allah, atau melawan tabiat Allah.
“ Saul
telah gagal menjalani ujian iman di dalam keadaan yang sulit di Gilgal, dan
telah mendatangkan celaan kepada pelayanan akan Allah; tetapi
kesalahan-kesalahannya itu belumlah merupakan sesuatu yang tidak bisa
diperbaiki kembali, dan Tuhan akan memberikan kepadanya suatu kesempatan yang
lain untuk mempelajari pelajaran tentang iman yang teguh dalam Firman-Nya, dan
penurutan atas perintah-Nya.” [3]
Dengan membiarkan hidup Agag, raja amalek dan dengan menyelamatkan segala hewan
ternaknya saul telah berbuta dosa terhadap Tuhan. Dengan hal ini saul telah
melanggar perintah Tuhan yang sebetulnya dia harus membunuh semua orang amalek
termasuk rajanya dan juga membunuh segala hewan ternak dia tidak membunuhnya.
Dengan dosa ini saul telah ditolak menjadi raja bangsa Israel.
“ Gantinya pekerjaan yang memberikan
kebahagiaan yang telah ditetapkan bagi mereka dulu, maka sekarang penderitaan
kesukaran harus menjadi nasib mereka. Mereka akan menjadi korban keputus-asaan,
kedukaan, sakit dan akhirnya kematian.”[4]
Dengan berdosanya adam dan hawa di taman eden banyak hal yang tidak baik
terjadi kepada diri mereka. banyak penderitaan terjadi kepada adam dan hawa.
Mereka telah diusir dari taman eden, mereka susa bekerja, susah melahirkan dan
lebih menyedihkan lagi adalah anak kedua dari adam dan hawa yaitu habel dibunuh
oleh abangnya sendiri, kain.
“Di antara mereka ini terdapat orang lumpuh
di kapernaum. Seperti orang kusta itu, orang lumpuh ini telah kehilangan
harapan untuk sumbuh. Penyakitnya itu disebabkan kehidupan yang penuh dosa, dan
penseritaanya semakin pahit oleh penyesalan yang dalam.”[5]
Sewaktu Yesus berada di kapernaum ada orang lumpuh yang dibawa oleh
teman-temannya kepada Yesus. Pada waktu yesus pergi ke Kapernaum telah tersiar
kabar tentangnya yang menyembuhkan banyak orang. Dengan penyembuhan yang banya
dilakukan oleh yesus, terdengarlah oleh seorang pemuda yang lumpuh. Penyakit
yang pemuda ini rasakan adalah akibat dosa yang sangat kejam. Dosa telah
membuatnya lumpuh. Dan akhirnya dia dibantu oleh teman-temannya untuk
disembuhkan oleh Yesus. Yesus bukan saja menyembuhkannya namun juga mengampuni
dosa yang telah dilakukannya.
“Karena korban penghapus dosa itu wajib dalam
kejadian-kejadian seperti yang telah dikemukakan, maka kelonggaran yang
selayaknya diberikan kepada orang miskin yang tidak dapat membiayai korban yang
mahal.”[6] Jika
ada orang Israel melakukan dosa mereka harus mengorbankan binatang yaitu dengan
mengorbankan domba, burung tekukur, dan juga ada tepung. Dosa juga
mengakibatkan kematian dari hewan-hewan. Bukan hanya manusia yang telah berdosa
yang harus mati, namun juga binatang-binatang harus mati juga. Dan domba dan
burung tekukur juga diharuskan menjadi korban bagi penghapus dosa umat Israel
pada waktu itu.
“Setelah dia iri bahwa dia tidak punya hak,
perempuan itu melai melanggar perintah satu demi satu. Selanjutnya dia mencuri
milik Allah, melanggar hukum ke 8 dari 10 perintah Tuhan. (keluaran 20:15)
Dengan memakan buah yang dilarang dan memberikannya pada suaminya dia juga
telah melanggar hukum ke 6 (kel 20:13) dan juga dia merusak hukum pertama (kel
20:3), karena dia tempatkan setan sebelum Tuhan pada penghargaannya, dan
mematuhinya daripada penciptanya.” [7]
sewaktu Hawa mengambil buah pengetahuan baik dan jahat Hawa telah melakukan 3
dosa terhadap Allah dan dari sinilah awal mulanya dosa berada di dunia. Diawali
dengan mengingini kemuliaan Allah, kemudian hawapun mencuri buah yang dimiliki
oleh Allah. 3 pelanggaran hukum langsung hawa lakukan pada waktu itu kemudian
dia membunuh suaminya dengan memberikan buah itu. disinilah awalnya dosa
dimulai di dunia ini. Dengan mengingini yang bukan miliknya hawa mulai berdosa.
“Tetapi setelah jatuh ke dalam dosa, manusia memilih untuk
mengikuti kemauannya sendiri yang penuh dengan dosa itu, dan sebagai akibatnya
kejahatan dan kemalangan bertambah-tambah dengan cepatnya.”[8]
Setelah manusia jatuh ke dalam buruknya
dosa manusia elbih mengikuti keinginannya sendiri. Dan oleh karena itulah
kejahatan semaki bertambah cepatnya di dunia ini.
Identifikasi Masalah
Bedasarkan latar belakang
masalah di atas, maka penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan yaitu:
1. Apakah makna dosa?
2. Kenapa
ada dosa dibumi ini?
3. Dari
manakah asal dosa?
4. Bagaimana
dosa dapat terjadi di tempat yang paling sempurna yang disebut surga?
Tujuan Penelitian
Penulis
juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini,
diantaranya:
1. Mencari
tahu makna dosa.
2. Mencari
tahu asal mula dosa di bumi.
3. Mencari
tahu asal dosa dari sejak mulanya.
4. Mencari
tahu proses dosa di sorga.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kata
dosa dalam bahasa Ibrani
Dalam bahasa aslinya kata ibrani yang paling
umum untuk dosa adalah khatta’t dan kata yunani adalah hamartia, hamartema,
parabasis, paraptoma, poneria, adomia dan adikia. Dari situ doa dapat diartikan
sebagai kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak
menaati hukum, kelaliman atau ketidakadilan
Kata
dosa dalam bahasa Indonesia
Dalam
bahasa Indonesia perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan
ampunilah segala—kami dan juga perbuatan salah dan asal dosa diturunkan dari
Adam dan Hawa. Jadi dosa dalam kamus
besar bahasa Indonesia menjelaskan bahwa dosa adalah pelanggaran kepada hukum
Tuhan, ada 10 hukum Tuhan menurut kaum Advent. Jika melanggar salah satu dari
semuanya itu maka itu adalah dosa. Dan ini sangat sejalan dengan Alkitab yang
terulis dalam 1 Yohanes 3:4 yaitu: Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar
juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.[9]
Dan juga dalam yakobus 4:17 menuliskan bahwa
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
melakukannya, ia berdosa. Bukan hanya melanggar hukum Allah saja kita telah
melakukan dosa. Melainkan jika kita juga melanggar hukum sipil dan pemerintahan
pun kita telah melakukan dosa. Kita juga telah melanggar hukum Tuhan dengan
melanggar hukum pemerintahan.
Dosa adalah sesuatu yang bekerja di luar
prinsip, yang berperang melawan hukum kasih yang agung yang menjadi landasan
pemerintahan Ilahi.[10] Jika
kita melakukan dosa kita bekerja di luar prinsip Allah. Dan jika kita bekerja
di luar prinsip Allah maka kita telah berperang melawan hukum Kasih Allah yang
agung. Dan jika begitu jika kita melakukan dosa kita telah berperang melawan
Allah. Dan dosa adalah pengacau dan penggangu. Sehingga tidak ada alasan bagi
kita untuk melakukan dosa. Tidak ada alasan untuk membiarkan keberadaan dan
kehadiran dosa dalam kehiduapan kita.
Pandangan
para Ahli
Ellen G. White
Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya
dan diberikannya juga kepada suaminya yang
bersama-sama dengan dia,
dan suaminyapun memakannya."
Memang rasanya sedap dan bilamana ia memakannya, ia seolah-olah merasakan
adanya satu kuasa yang menggairahkan hidupnya dan membayangkan bahwa ia sedang
memasuki suatu kehidupan yang lebih mulia. Tanpa perasaan takut sedikit pun ia
memetik dan memakannya. Dan sekarang, setelah ia melakukan pelanggaran, ia
menjadi alat Setan dalam membinasakan suaminya.[11]
Disinilah asal mulanya manusia telah berdosa terhadap Allah. Hawa suami adam
telah melakukan kesalahan yang besar kesalahan pertama yang telah dilakukannya
adalah dengan dia pergi jauh dari Adam. Dan kesalahan kedua adalah dia berjalan-jalan
di sekitar buah larangan dan kesalahan ketiga yang dibuatnya adlaah dengan dia
mendengarkan suara dari penggoda itu dan kesalahan keempat yang dilakukannya
adalah dengan meragukan apa yang telah Allah katakan. Dan akhirnya hawa menjadi
alat setan dengan membuat hawa memberikan buah itu kepada Adam. Pada waktu Adam
melihat apa yang telah terjadi Adam menjadi takut dan heran apa yang harus Adam
lakukan. Dan oleh karena cintanya yang sangat besar terhadap hawa Adam pun
langsung merebut buah itu dan cepat memakannya. Adam telah berdosa karena
cintanya yang begitu besar kepada Hawa.[12]
Dosa adalah sesuatu yang misterius dan yang
tidak dapat diterangkan dan dipertanggungjawabkan. Dosa bermula dari dia yang,
setelah Kristus, paling mulia dari antara penghuni surga Dosa tidak dapat
diterangkan secara tuntas dan tidak pula dapat dibenarkan, akarnya dapat
ditelusuri dalam keangkuhan lucifer.[13] Arti
nama lucifer berarti adalah “pembawa terang”.[14] Lucifer
adalah malaikat yang paling tertinggi diantara malaikat lainnya. Dia adalah
seorang yang terutama diantara kerub-kerub yang berjaga, kerub-kerub yang suci
dan yang tidak bercacat cela.[15]
Wajah lucifer sama seperti malaikat-malaikat lain, lemah lambut dan menyatakan
kebahagiaan. Dahinya tinggi dan lebar, menunjukkan kecerdasan yang besar.
Perawakannya sempurna; memancarkan kemuliaan dan cemerlang.
Namun pada waktu lucifer melihat bahwa dalam
penciptaan yesus yang diajak setan menjadi cemburu terhadap Yesus. setan
menjadi iri, cemburu, dan memiliki kebencian dalam dirinya. Ia mau memiliki
keinginan kehormatan yang tertinggi dalam kerajaan sorga. Lucifer tidak mau puas kedudukannya yang sudah
tinggi itu, jabatan yang diberikan penciptanya.[16] Lucifer
sedikit demi sedikit memanjakan suatu keinginan untuk meninggikan diri sendiri.
Dia membiarkan iri dalam hatinya menguasai dirinya sendiri, sehingga oleh
karena begitu dia tetap berketatapan dalam dirinya untuk tetap meninggikan
diri.
Akhirnya oleh karena cemburu terhadap Allah
diapun menganggap bahwa hukum Allah tidak baik dan benar. Lucifer akhirnya
menyatakan kepada para malaikat-malaikat lain bahwa hukum Allah tidak benar.
Dia memberitahukan kepada semua para malaikat bahwa dia seharusnya diajak dalam
penciptaan. Dan akhirnya banyak juga malaikat lain yang mengikuti lucifer dalam
pemberontakan akan Allah.
Sebenarnya Tuhan telah berkali-kali membujuk
lucifer untuk tidak seperti itu lagi. Lucifer berkali-kali diampuni oleh Tuhan
dengan syarat dia harus pertobatan dan penyerahan serta tunduk kepada Allah. Namun
yang terjadi adalah lucifer tetap tidak mau bertobat. Dan akhirnya lucifer
merasa bahwa dia telah salah terhadap Tuhan, namun Tuhan mau lucifer menyatakan
hal tersebut di hadapan semua makhluk ciptaan Tuhan. Dan akhirnya Tuhan pun
mengusir dia oleh karena dosanya yang telah dibuatnya. Namun Tuhan tetap
membiarkan kebencian Lucifer matang agar para malaikat dan manusia dapat
mempunyai pilihan karena Tuhan mau agar penyembahan yang diberikan oleh amnusia
bukan secara terpaksa namun secara sukarela.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari penulisan
Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah.
Jika kita melakukan dosa, maka kita telah melanggar hukum Allah. Dan jika kita
telah melanggar hukum Allah kita telah melawan Allah sang pencipta dan penebus
kita dari dosa tersebut. Dosa dimulai pertama kali di bumi adalah pada waktu
adam dan hawa melanggar sebuah perintah yang Tuhan telah berikan kepada mereka.
pada awalnya Hawa yang berdosa. Hawa melakukan dosa tiga kali yaitu, dia
mencuri, dia menjadikan Ular sebagi tuannya dengan mau disuruh untuk memakan
buah itu, dia mencuri sebuah buah yang adalah milik Allah, dan dia membunuh
suaminya dengan memberikan buah itu. Disitulah pertama kalinya dosa dimulai. Dengan
hawa berjalan-jalan disekitar pohon itu.
Pada awalnya dosa adalah bermula di sorga
pada waktu Allah menciptakan manusia, lucifer menjadi cemburu karena tidak di
bawa kedalam penciptaan pada waktu itu, melainkan sang Anaklah yang dibawa
kedalam penciptaan. Lucifer iri terhadap Anak Allah. Dia menganggap bahwa
dirinya juga wajib di bawa kedalam penciptaan karena dia mempunyai tugas/
jabatan yang besar yaitu dengan dia berada ditengah-tengah kerub. Luciferpun
adalah juga penjaga taman Allah yang penuh batu yang indah. Lucifer telah
melakukan dosa dengan dia iri hati, sombong dan juga benci. Tuhan sebenarnya
telah mengampuni lucifer jika dia bertobat namun dia tidak mau bertobat.
Saran
Manusia
telah berdosa terhadap Allah. Jika manusia melakukan dosa maka manusia
menjadikan dirinya musuh Allah. Jika manusia berdosa manusia telah menjadi
pengikut setan. Dosa adalah cara kita untuk menjauhkan diri dari pada Tuhan,
kita bisa tidak berdosa jika kita tidak menyerahkan diri kita kepada Allah.
Tetapi jika kita berdosa Tuhan akan adil untuk mengampuni kita kalau kita
meminta ampun, bertobat dan berserah kepada Allah.
[1] Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (Bandung: Indonesia Publishing House, 2015),
13.
[7] Ellen G.
White, Francis D. Nichol, The SDA bible
commentary volume 1(Washington: Review and Herald Publishing Association,
1953)230, 231
[8], Ellen G.
White, Sejarah para nabi edisi dipadatkan
(bandung: indonesia publishing house, 1994), 57
[13] Drs.
Wilson Nadeak, Apa yang anda perlu
ketahui tentang ... (Bandung:Indonesia Publishing House, 1998)125.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar