Kamis, 12 April 2018

makalah daniel 11:6 Siapakah Raja Negeri Utara dan Raja Negeri Selatan yang mengadakan perjanjian







BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
     Daniel 11 membahas tentang peperangan antara raja negeri selatan dan raja negeri selatan. Pada ayat 2  dituliskan “Oleh sebab itu, aku akan memberitahukan kepadamu hal yang benar. Sesungguhnya, tiga raja lagi akan muncul di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang lebih besar dari mereka semua, dan apabila ia telah menjadi kuat karena kekayaannya, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk melawan kerajaan Yunani.” Tiga raja Persia yang dimaksud adalah Cambyses, Darius, dan Xerxes. Dan raja keempat yang dimaksud adalah Xerxes, oleh karena perhitungan keempat dari Cyrus. Pada zaman Xerxes disebutkan dia melawan sekuat-kuatnya kerajaan yunani. Namun yang perlu diketahui pada waktu itu Yunani bukanlah sebuah kerajaan.[1]
     Pada ayat 3 dituliskan “Kemudian akan muncul seorang raja yang gagah perkasa, yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya.” Dituliskan bahwa raja ini adalah seorang pejuang yang hebat. Semua komentator sepakat bahwa Raja yang hebat itu adalah Alexander yang agung.[2]
     Pada ayat 4 dituliskan “Tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.” Pada saat Raja Alexander mati dia  berumur tiga puluh dua tahun.  Anaknya dibunuh oleh Polysperchon secara pribadi; sehingga dalam lima belas tahun setelah kematiannya, tidak seorang pun dari keluarga atau keturunannya tetap hidup.[3] 4 mata angin dari langit yang dimaksud adalah sama seperti daniel 8:8, 4 tanduk dan seperti 4 kepala dalam daniel 7:6. 4 kerajaan ini diambil alih oleh panglima dari Aleksander Agung yaitu Cassander yang menguasai Makedonia dan Yunani; Lysimachus menguasai  Trakea dan Bitinia; Seleukus yang menguasai Siria, Babel dan negara-negara lain di bagian timur, juga ptolemeus menguasai Mesir.[4]
     Pada ayat 5 dituliskan “Maka raja negeri Selatan akan menjadi kuat; tetapi salah seorang dari panglima-panglimanya akan menjadi lebih kuat dari padanya dan orang ini memerintah, lalu kekuasaannya akan menjadi kekuasaan yang besar.” Seleukus yang menguasai di bagian selatan berkembang dengan baik dalam kekuasaan dan juga kerajaannya, dia berkembang ke arah utara kira-kira pada tahun 300.
     Dari pernytaan diatas penulis telah melihat bagaimana kerajaan Persia melawan kerajaan Yunani yang dimenangkan oleh kerajaan Yunani. Kerajaan Yunani pada waktu itu dipimpin oleh pemimpin yang sangat hebat yaitu kaisar Alexander yang agung. Dalam kematiannya bukanlah keturunannya yang yang melanjutkan kekuasaannya melainkan para jenderalnya. Pada saat itu dua kerajaan yang menjadi besar yaitu kerajaan selatan dan kerajaan utara.
     Pada ayat ke enam dituliskan “Beberapa tahun kemudian keduanya akan bersekutu: puteri raja negeri Selatan akan datang kepada raja negeri Utara untuk mengadakan persetujuan. Tetapi puteri itu tidak berhasil, juga keturunannya tidak dapat bertahan: puteri itu akan diserahkan, demikian pula orang-orang yang mengantarnya, anak yang dilahirkannya dan orang yang mengawininya.”
Dalam ayat ini dituliskan bahwa puteri raja akan mengadakan persetujuan dengan Raja negeri utara, tetapi tidak behasil. Keturunannya juga tidak berhasil, dan yang mengantarnya juga anak, dan yang mengawininya.


Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:
1. Apakah arti dari kata “keduanya akan bersekutu”?
2. Siapakah Puteri raja negeri selatan?
3. Apakah makna kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”?
4. Apa aplikasi yang didapat dari ayat daniel 11:6 ?

Tujuan penelitian
Penulis juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penulisan penelitian ini, diantaranya:
1. Mencari tahu arti kata “keduanya akan bersekutu”
2. Mencari tahu Puteri raja negeri selatan.
3. Mencari tahu arti makna kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”.
4. Mencari tahun aplikasi yang didapat dari ayat daniel 11:6.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Terjemahan alkitab lain
Untuk melihat lebih jelas arti dari daniel 11:6 maka penulis membandingkan dengan terjemahan alkitab lain
1. New International Version
After some years, they will become allies. The daughter of the king of the South will go to the king of the North to make an alliance, but she will not retain her power, and he and his power will not last. In those days she will be betrayed, together with her royal escort and her father and the one who supported her.
2.
New Living Translation
"Some years later an alliance will be formed between the king of the north and the king of the south. The daughter of the king of the south will be given in marriage to the king of the north to secure the alliance, but she will lose her influence over him, and so will her father. She will be abandoned along with her supporters.
3.
English Standard Version
After some years they shall make an alliance, and the daughter of the king of the south shall come to the king of the north to make an agreement. But she shall not retain the strength of her arm, and he and his arm shall not endure, but she shall be given up, and her attendants, he who fathered her, and he who supported her in those times.
4.
New American Standard Bible
"After some years they will form an alliance, and the daughter of the king of the South will come to the king of the North to carry out a peaceful arrangement. But she will not retain her position of power, nor will he remain with his power, but she will be given up, along with those who brought her in and the one who sired her as well as he who supported her in those times.
5.
King James Bible
And in the end of years they shall join themselves together; for the king's daughter of the south shall come to the king of the north to make an agreement: but she shall not retain the power of the arm; neither shall he stand, nor his arm: but she shall be given up, and they that brought her, and he that begat her, and he that strengthened her in these times.
6.
International Standard Version
After a number of years, they'll become allies and the daughter of the southern king will go to the northern king in order to craft alliances. But she won't remain in power, nor will he retain his power. Instead, she'll be surrendered, along with her entourage, the one who fathered her, and the one who supported her at that time.
7. bahasa indonesia sehari-hari
Beberapa tahun kemudian raja negeri selatan akan mengadakan persekutuan dengan raja negeri utara dan mengawinkan putrinya dengan raja negeri utara itu. Tetapi persekutuan itu tidak bertahan, dan putri itu akan dibunuh, demikian juga suami dan anaknya dan hamba-hamba yang telah mengantarkannya.
Dalam terjemahan ini kata persekutuan adalah to make alliance, to make agreement. Yang berarti ingin membuat persekutuan dan juga membuat persetujuan. Namun dalam new living translation dituliskan marriage, yang berarti Putri itu diberikan untuk mengamankan perjanjian itu. dan dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dituliskan mengawinkan.
Persekutuan yang dibuat
     Maksud dari kata beberapa tahun kemudian adalah setelah kematian dari empat jenderal yang menggantikan Alexander yang agung. Pada saat itu juga keturunan dari para jenderal inilah yang menggantikan mereka. dua kerajaan menjadi besar yaitu raja negeri selatan dan raja negeri utara. Dua kerajaan ini akhirnya berseteru untuk memperoleh kekuasaan keturunan dari ptolemus dan seleucus. Mereka berseteru tentang kekuasaan dan kerajaan yang lebih besar. Namun raja negeri utara lebih unggul dibandingkan dengan raja negeri selatan.[5]
     Dalam ayat 6 dituliskan tentang peperangan dan juga persekutuan yang dibuat. Raja-raja bagian selatan yang pada waktu itu dari dinasti Ptolemeus dari mesir juga Raja-raja bagian utara dari dinasti Seleukus dari daerah siria dan palestina, yang beribu kota di antiokhia. Yang sudah lama berseteru ,membuat sebuah pejanjian dan juga persekutuan sekitar tahun 250 SM. Perjanjian ini dibuat ntuk membuat perdamaian dan menyatukan dua kerajaan, ptolemeus II raja bagian selatan mengawinkan putrinya dengan antiokhus II raja dari bagian Utara.[6]
     Dengan perjanjian yang dibuat oleh Raja bagian selatan akan masuk ke dalam kerajaan utara. Dalam perjanjian ini kerajaan mesir tidak mungkin melawan kerajaan utara oleh karena mereka tidak memiliki kekuatan dengan perjanjian ini sehingga mereka akan diam dalam.[7]
     Di sini digunakan dalam arti "kedamaian," atau aliansi. Tindakan membuat perdamaian dianggap sebagai tindakan "keadilan," atau melakukan "benar", dan karena itu, kata tersebut digunakan untuk membuat aliansi atau membuat kompak. - seolah-olah mereka salah dan bengkok sebelumnya, memberi kesempatan untuk berselisih, dan salah paham, dan berperang. Tujuannya, sekarang adalah untuk membangun perdamaian secara permanen. Salah satu syarat dari aliansi ini adalah, bahwa Antiokhus harus menceraikan mantan isterinya Laodice, dan bahwa anak-anak dari mantan istri tersebut harus dikeluarkan dari bagian takhta Raja. Dengan cara ini Ptolemus berharap bahwa kerajaan Siria mungkin akhirnya terikat dengan Mesir, jika seharusnya ada anak-anak dengan perkawinan Berenike dengan Antiokhus.[8]
     Dalam persekutuan yang dimaksud adalah dimana kedua belah pihak dinasti Seleukus dan juga dinasti Ptolemus membuat sebuah perjanjian dimana keduanya akan berdamai dan ingin menyatukan kedua kerajaan yang dikuasai. Dalam perjanjian yang dibuat itu melalui pernikahan antara raja negeri Utara yaitu dinasti seleukus dengan puteri raja negeri selatan yaitu kerajaan Mesir.


Puteri raja negeri selatan
     Pernikahan ini adalah pernikahan antara raja Syria dan juga Putri dari Raja mesir. Kerajaan syria bertahan dari kerajaan pecahan Aleksander yang akhirnya kerajaan itu dikalahkan oleh Roma pada tahun 168 S.M. Raja bagian utara dengan puteri raja bagian selatan. Raja negeri selatan adalah Raja mesir yang juga dikalahkan pada tahun 168 S.M. oleh kerajaan Roma.[9] Raja Mesir pada saat itu adalah Ptolemus Philadelphus dan raja syria adalah Antiochus theos, raja ketiga dari syria. Dalam membuat perjanjian perdamaian ini melalui pernikahan antara kedua belah pihak, maka Raja harus menceraikan isterinya yang ada pada saat itu. Dia menceraikan isterinya Laodike untuk menikahi Berenike putri raja Mesir.[10] Setelah diceraikannya Laodike oleh Antiokhos dia dipindahkan ke efesus, sedangkan antiokhos Theos berada di Antiokhia bersama Berenike. Dia mengadu kepada teman-temannya sehingga pada saat itu teman-temannya hendak melawan raja. Dua tahun kemudian setelah peristiwa ini raja Mesir Ptolemus II meninggal dan pada saat itu Raja ingin mengembalikan Laodike menjadi isterinya. Pada saat Antiokhos pergi ke efesus kudeta dilakukan oleh Laodike dengan memberikan racun kepada raja Antiokhos Theos. Sedangkan berenike dan juga anaknya dibunuh di antiokhia. Pada saat itu juga anak Laodike, seleukos Callinicus naik takhta menjadi raja Syria dan bagian utara.[11]


Keturunan Puteri raja negeri selatan
     Pada waktu Raja negeri Utara dibunuh oleh Laodike, Laodike juga membunuh Berenike dan juga anak berenike, oleh karena bisa saja anak Berenike yang berkuasa atas kerajaan Utara, dan dengan menyuruh bawahannnya untuk membunuh berenike, anak dari laodike menjadi Raja yang berkuasa atas kerajaan negeri utara.[12]





















BAB III
KESIMPULAN
Maksud dari kalimat keduanya akan besekutu
     Kerajaan negeri Utara dan juga kerajaan negeri selatan pada saat itu sedang dalam perseturuan tentang yang lebih berkuasa di dunia. Oleh karena kerajaan negeri selatan sadar akan kuatnya kerajaan negeri negeri Utara, raja negeri selatan memiliki inisiatif untuk memperdamikan kerajaan itu. cara yang dibuat dalam memperdamaikan kedua kerajaan tersebut adalah dengan menikahkan puteri raja negeri selatan dengan Raja negeri Utara. Dalam membuat perjanjian ini raja negeri utara haruslah menceraikan isterinya yaitu laodike. Terjadilah perdamaian dan keuntungan dari kedua belah pihak yang sebelumnya berseteru.
Puteri Raja Negeri Selatan
     Kerajaan negeri Utara sudah kita ketahui adalah Syria dan kerajaan negeri selatan adalah Mesir. Raja yang bekuasa di Negeri Utara pada saat masa keemasan itu adalah Raja Antiokhus Theos, dia dibutakan oleh karena kekuasaan yang desar yang dia dapatkan pada waktu itu sehingga menggunakan nama “Theos” yang berarti “Tuhan” dan memang benar kekuasaan dari dia sangat besar pada zaman itu. dan kerajaan negeri selatan yang berkuasa pada saat itu adalah ptolemus II philodelphius.[13] Puteri dari ptolemus philodelphius adalah Puteri berenike. Dia sebenarnya merasa dipaksa oleh ayahnya untuk menikah dengan atiokhus Theos. Karena pada saat ayahnya matia raja antiokhus hendak menikah lagi dengan laodike, namun dia dibunuh oleh laodike dengan diracuni.
    
Juga keturunannya tidak akan bertahan
     Puteri berenike memiliki anak dari hubungannya Raja Antiokhus Theos, namun sewaktu Laodike membunuh raja Antiokhus dia juga memerintahkan kepada bawahannya untuk membunuh Puteri Berenike dan juga anaknya. Anak itu dibunuh oleh karena bisa saja menjadi Raja yang berkuasa di Syria. Sehingga dengan matinya raja Antiokhus dan anak dari Puteri Berenike, menjadikan anak dari laodike Raja di Syria dan seluruh kerajaan di utara.
Aplikasi
     Tuhan memberikan kepada manusia nubuatan supaya dapat berjaga-jaga. Dalam perpecahan kerajaan Yunani dan kemudian persekutuan yang telah dibuat oleh kerajaan bagian selatan dan Utara dengan menikahkan Raja negeri Utara dengan puteri raja negeri selatan Tuhan sudah memberikan nubuatan itu kepada daniel. Tuhan yang mengangkat Tuhan juga yang menurunkan, semua hal yang terjadi di dunia ini sudah Tuhan tentukan. Dalam kedatangan Yesus juga Tuhan sudah nubuatkan. Meskipun manusia merasakan kekecewaan dengan apa yang telah terjadi semuanya adalah kehendak Tuhan. semua yang terjadi di dunia ini sudah Tuhan ramalkan melalui para nabinya dalam nubuatannya.[14]


     [1]Charles J. Ellicott, Ellicott Commentary (London: James Family Publishing, 1887),

     [2] Spence and Joseph S. Exell, The Pulpit Commentary (Newyork: H.D.M. Funk and Wagnalis Company, 1995), 650.
     [3] Clarke’s, Clarke’s Commentary ( United States America, 1887), 219.
     [4] S.R. Driver, The Book of Daniel, (The Cambridge Bible, 1900), 115.
     [5] Ibid.,
     [6]  Ronald s. Wallace, daniel kedaulatan dan kasih Allah berseri kendati situasi negeri ngeri tak terperi, (jakarta: yayasan komunikasi bina kasih, 2000)267.
     [7] Matthew Henry, Commentary on the Bible by Matthew Henry, (michigan: Zondervan Publihing House, 1978), 331.
     [8] Albert Barnes, Barnes’ Notes on the New Testament (Michigan: Kregel Publications, 1980), 456.
     [9] Ellen G. White, Para Nabi dan Raja 2, ( Bandung: Indonesia publishing house, 2015), 107. 
     [10] Norman w. Porteous, Daniel old testament library, (london: SCM press LTD, 1965), 160.
     [11] G. Coleman Luck, Daniel ( Chicago: moody Press, 1958), 115.
     [12] R. A. Jaffray,tafsiran kitab daniel, (bandung: yayasan kalam hidup, 2008), 184
     [13] Robert jamieson, A commentary Critical ( Michigan: photolithoprinted Eerdmans Printing Company, 1978), 444.
     [14] Ellen G. White, kemenangan akhir (Bandung: Indonesia Publishing House, 2015), 424.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAHYU 11:3,4

makalah kejadian 4:5 Pemahaman Tuhan mengindahkan Persembahan Habel dan tidak mengindahkan persembahan Kain

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah      Dalam   kejadian 1:1-31; 2:1-20 Tuhan menciptakan Bumi dengan keadaan ...