BAB I
PENDAHULUAN
Latar
belakang masalah
Daniel 11
membahas tentang peperangan antara raja negeri selatan dan raja negeri selatan.
Pada ayat 2 dituliskan “Oleh sebab itu,
aku akan memberitahukan kepadamu hal yang benar. Sesungguhnya, tiga raja lagi
akan muncul di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang
lebih besar dari mereka semua, dan apabila ia telah menjadi kuat karena
kekayaannya, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk melawan kerajaan Yunani.”
Tiga raja Persia yang dimaksud adalah Cambyses, Darius, dan Xerxes. Dan raja
keempat yang dimaksud adalah Xerxes, oleh karena perhitungan keempat dari Cyrus.
Pada zaman Xerxes disebutkan dia melawan sekuat-kuatnya kerajaan yunani. Namun
yang perlu diketahui pada waktu itu Yunani bukanlah sebuah kerajaan.[1]
Pada
ayat 3 dituliskan “Kemudian akan muncul seorang raja yang gagah perkasa, yang
akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya.” Dituliskan
bahwa raja ini adalah seorang pejuang yang hebat. Semua komentator sepakat
bahwa Raja yang hebat itu adalah Alexander yang agung.[2]
Pada
ayat 4 dituliskan “Tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan
terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada
keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya
akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.”
Pada saat Raja Alexander mati dia berumur tiga puluh dua tahun. Anaknya dibunuh oleh Polysperchon secara
pribadi; sehingga dalam lima belas tahun setelah kematiannya, tidak seorang pun
dari keluarga atau keturunannya tetap hidup.[3] 4 mata angin dari langit
yang dimaksud adalah sama seperti daniel 8:8, 4 tanduk dan seperti 4 kepala
dalam daniel 7:6. 4 kerajaan ini diambil alih oleh panglima dari Aleksander
Agung yaitu Cassander yang menguasai Makedonia dan Yunani; Lysimachus
menguasai Trakea dan Bitinia; Seleukus
yang menguasai Siria, Babel dan negara-negara lain di bagian timur, juga
ptolemeus menguasai Mesir.[4]
Pada
ayat 5 dituliskan “Maka raja negeri Selatan akan menjadi kuat; tetapi salah
seorang dari panglima-panglimanya akan menjadi lebih kuat dari padanya dan
orang ini memerintah, lalu kekuasaannya akan menjadi kekuasaan yang besar.”
Seleukus yang menguasai di bagian selatan berkembang dengan baik dalam
kekuasaan dan juga kerajaannya, dia berkembang ke arah utara kira-kira pada
tahun 300.
Dari
pernytaan diatas penulis telah melihat bagaimana kerajaan Persia melawan
kerajaan Yunani yang dimenangkan oleh kerajaan Yunani. Kerajaan Yunani pada
waktu itu dipimpin oleh pemimpin yang sangat hebat yaitu kaisar Alexander yang
agung. Dalam kematiannya bukanlah keturunannya yang yang melanjutkan
kekuasaannya melainkan para jenderalnya. Pada saat itu dua kerajaan yang
menjadi besar yaitu kerajaan selatan dan kerajaan utara.
Pada
ayat ke enam dituliskan “Beberapa tahun kemudian keduanya akan bersekutu:
puteri raja negeri Selatan akan datang kepada raja negeri Utara untuk
mengadakan persetujuan. Tetapi puteri itu tidak berhasil, juga keturunannya
tidak dapat bertahan: puteri itu akan diserahkan, demikian pula orang-orang
yang mengantarnya, anak yang dilahirkannya dan orang yang mengawininya.”
Dalam ayat ini dituliskan bahwa
puteri raja akan mengadakan persetujuan dengan Raja negeri utara, tetapi tidak
behasil. Keturunannya juga tidak berhasil, dan yang mengantarnya juga anak, dan
yang mengawininya.
Identifikasi
masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang di uraikan
diatas, maka penulis mengindentifikasi beberapa permasalahan yaitu:
1.
Apakah arti dari kata “keduanya
akan bersekutu”?
2. Siapakah
Puteri raja negeri selatan?
3. Apakah
makna kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”?
4. Apa
aplikasi yang didapat dari ayat daniel 11:6 ?
Tujuan penelitian
Penulis
juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penulisan penelitian ini,
diantaranya:
1.
Mencari tahu arti kata
“keduanya akan bersekutu”
2.
Mencari tahu Puteri raja
negeri selatan.
3.
Mencari tahu arti makna
kalimat dari “juga keturunannya tidak dapat bertahan”.
4.
Mencari tahun aplikasi yang
didapat dari ayat daniel 11:6.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Terjemahan
alkitab lain
Untuk melihat lebih jelas arti dari
daniel 11:6 maka penulis membandingkan dengan terjemahan alkitab lain
1.
New International Version
After some years, they will become allies. The daughter of the king of the South will go to the king of the North to make an alliance, but she will not retain her power, and he and his power will not last. In those days she will be betrayed, together with her royal escort and her father and the one who supported her.
2. New Living Translation
"Some years later an alliance will be formed between the king of the north and the king of the south. The daughter of the king of the south will be given in marriage to the king of the north to secure the alliance, but she will lose her influence over him, and so will her father. She will be abandoned along with her supporters.
3. English Standard Version
After some years they shall make an alliance, and the daughter of the king of the south shall come to the king of the north to make an agreement. But she shall not retain the strength of her arm, and he and his arm shall not endure, but she shall be given up, and her attendants, he who fathered her, and he who supported her in those times.
4. New American Standard Bible
"After some years they will form an alliance, and the daughter of the king of the South will come to the king of the North to carry out a peaceful arrangement. But she will not retain her position of power, nor will he remain with his power, but she will be given up, along with those who brought her in and the one who sired her as well as he who supported her in those times.
5. King James Bible
And in the end of years they shall join themselves together; for the king's daughter of the south shall come to the king of the north to make an agreement: but she shall not retain the power of the arm; neither shall he stand, nor his arm: but she shall be given up, and they that brought her, and he that begat her, and he that strengthened her in these times.
6. International Standard Version
After a number of years, they'll become allies and the daughter of the southern king will go to the northern king in order to craft alliances. But she won't remain in power, nor will he retain his power. Instead, she'll be surrendered, along with her entourage, the one who fathered her, and the one who supported her at that time.
After some years, they will become allies. The daughter of the king of the South will go to the king of the North to make an alliance, but she will not retain her power, and he and his power will not last. In those days she will be betrayed, together with her royal escort and her father and the one who supported her.
2. New Living Translation
"Some years later an alliance will be formed between the king of the north and the king of the south. The daughter of the king of the south will be given in marriage to the king of the north to secure the alliance, but she will lose her influence over him, and so will her father. She will be abandoned along with her supporters.
3. English Standard Version
After some years they shall make an alliance, and the daughter of the king of the south shall come to the king of the north to make an agreement. But she shall not retain the strength of her arm, and he and his arm shall not endure, but she shall be given up, and her attendants, he who fathered her, and he who supported her in those times.
4. New American Standard Bible
"After some years they will form an alliance, and the daughter of the king of the South will come to the king of the North to carry out a peaceful arrangement. But she will not retain her position of power, nor will he remain with his power, but she will be given up, along with those who brought her in and the one who sired her as well as he who supported her in those times.
5. King James Bible
And in the end of years they shall join themselves together; for the king's daughter of the south shall come to the king of the north to make an agreement: but she shall not retain the power of the arm; neither shall he stand, nor his arm: but she shall be given up, and they that brought her, and he that begat her, and he that strengthened her in these times.
6. International Standard Version
After a number of years, they'll become allies and the daughter of the southern king will go to the northern king in order to craft alliances. But she won't remain in power, nor will he retain his power. Instead, she'll be surrendered, along with her entourage, the one who fathered her, and the one who supported her at that time.
7. bahasa indonesia sehari-hari
Beberapa tahun kemudian raja negeri
selatan akan mengadakan persekutuan dengan raja negeri utara dan mengawinkan
putrinya dengan raja negeri utara itu. Tetapi persekutuan itu tidak bertahan,
dan putri itu akan dibunuh, demikian juga suami dan anaknya dan hamba-hamba
yang telah mengantarkannya.
Dalam terjemahan ini kata persekutuan
adalah to make alliance, to make agreement. Yang berarti ingin membuat
persekutuan dan juga membuat persetujuan. Namun dalam new living translation
dituliskan marriage, yang berarti Putri itu diberikan untuk mengamankan
perjanjian itu. dan dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari dituliskan
mengawinkan.
Persekutuan
yang dibuat
Maksud
dari kata beberapa tahun kemudian adalah setelah kematian dari empat jenderal
yang menggantikan Alexander yang agung. Pada saat itu juga keturunan dari para
jenderal inilah yang menggantikan mereka. dua kerajaan menjadi besar yaitu raja
negeri selatan dan raja negeri utara. Dua kerajaan ini akhirnya berseteru untuk
memperoleh kekuasaan keturunan dari ptolemus dan seleucus. Mereka berseteru
tentang kekuasaan dan kerajaan yang lebih besar. Namun raja negeri utara lebih
unggul dibandingkan dengan raja negeri selatan.[5]
Dalam
ayat 6 dituliskan tentang peperangan dan juga persekutuan yang dibuat.
Raja-raja bagian selatan yang pada waktu itu dari dinasti Ptolemeus dari mesir
juga Raja-raja bagian utara dari dinasti Seleukus dari daerah siria dan
palestina, yang beribu kota di antiokhia. Yang sudah lama berseteru ,membuat
sebuah pejanjian dan juga persekutuan sekitar tahun 250 SM. Perjanjian ini
dibuat ntuk membuat perdamaian dan menyatukan dua kerajaan, ptolemeus II raja
bagian selatan mengawinkan putrinya dengan antiokhus II raja dari bagian Utara.[6]
Dengan
perjanjian yang dibuat oleh Raja bagian selatan akan masuk ke dalam kerajaan
utara. Dalam perjanjian ini kerajaan mesir tidak mungkin melawan kerajaan utara
oleh karena mereka tidak memiliki kekuatan dengan perjanjian ini sehingga mereka
akan diam dalam.[7]
Di
sini digunakan dalam arti "kedamaian," atau aliansi. Tindakan membuat
perdamaian dianggap sebagai tindakan "keadilan," atau melakukan
"benar", dan karena itu, kata tersebut digunakan untuk membuat
aliansi atau membuat kompak. - seolah-olah mereka salah dan bengkok sebelumnya,
memberi kesempatan untuk berselisih, dan salah paham, dan berperang. Tujuannya,
sekarang adalah untuk membangun perdamaian secara permanen. Salah satu syarat
dari aliansi ini adalah, bahwa Antiokhus harus menceraikan mantan isterinya
Laodice, dan bahwa anak-anak dari mantan istri tersebut harus dikeluarkan dari bagian
takhta Raja. Dengan cara ini Ptolemus berharap bahwa kerajaan Siria mungkin
akhirnya terikat dengan Mesir, jika seharusnya ada anak-anak dengan perkawinan Berenike
dengan Antiokhus.[8]
Dalam
persekutuan yang dimaksud adalah dimana kedua belah pihak dinasti Seleukus dan
juga dinasti Ptolemus membuat sebuah perjanjian dimana keduanya akan berdamai
dan ingin menyatukan kedua kerajaan yang dikuasai. Dalam perjanjian yang dibuat
itu melalui pernikahan antara raja negeri Utara yaitu dinasti seleukus dengan
puteri raja negeri selatan yaitu kerajaan Mesir.
Puteri raja
negeri selatan
Pernikahan
ini adalah pernikahan antara raja Syria dan juga Putri dari Raja mesir. Kerajaan
syria bertahan dari kerajaan pecahan Aleksander yang akhirnya kerajaan itu
dikalahkan oleh Roma pada tahun 168 S.M. Raja bagian utara dengan puteri raja
bagian selatan. Raja negeri selatan adalah Raja mesir yang juga dikalahkan pada
tahun 168 S.M. oleh kerajaan Roma.[9] Raja Mesir pada saat itu
adalah Ptolemus Philadelphus dan raja syria adalah Antiochus theos, raja ketiga
dari syria. Dalam membuat perjanjian perdamaian ini melalui pernikahan antara
kedua belah pihak, maka Raja harus menceraikan isterinya yang ada pada saat
itu. Dia menceraikan isterinya Laodike untuk menikahi Berenike putri raja
Mesir.[10] Setelah diceraikannya
Laodike oleh Antiokhos dia dipindahkan ke efesus, sedangkan antiokhos Theos
berada di Antiokhia bersama Berenike. Dia mengadu kepada teman-temannya
sehingga pada saat itu teman-temannya hendak melawan raja. Dua tahun kemudian
setelah peristiwa ini raja Mesir Ptolemus II meninggal dan pada saat itu Raja
ingin mengembalikan Laodike menjadi isterinya. Pada saat Antiokhos pergi ke
efesus kudeta dilakukan oleh Laodike dengan memberikan racun kepada raja
Antiokhos Theos. Sedangkan berenike dan juga anaknya dibunuh di antiokhia. Pada
saat itu juga anak Laodike, seleukos Callinicus naik takhta menjadi raja Syria
dan bagian utara.[11]
Keturunan
Puteri raja negeri selatan
Pada
waktu Raja negeri Utara dibunuh oleh Laodike, Laodike juga membunuh Berenike
dan juga anak berenike, oleh karena bisa saja anak Berenike yang berkuasa atas
kerajaan Utara, dan dengan menyuruh bawahannnya untuk membunuh berenike, anak
dari laodike menjadi Raja yang berkuasa atas kerajaan negeri utara.[12]
BAB III
KESIMPULAN
Maksud dari
kalimat keduanya akan besekutu
Kerajaan
negeri Utara dan juga kerajaan negeri selatan pada saat itu sedang dalam
perseturuan tentang yang lebih berkuasa di dunia. Oleh karena kerajaan negeri
selatan sadar akan kuatnya kerajaan negeri negeri Utara, raja negeri selatan
memiliki inisiatif untuk memperdamikan kerajaan itu. cara yang dibuat dalam
memperdamaikan kedua kerajaan tersebut adalah dengan menikahkan puteri raja
negeri selatan dengan Raja negeri Utara. Dalam membuat perjanjian ini raja
negeri utara haruslah menceraikan isterinya yaitu laodike. Terjadilah
perdamaian dan keuntungan dari kedua belah pihak yang sebelumnya berseteru.
Puteri Raja
Negeri Selatan
Kerajaan
negeri Utara sudah kita ketahui adalah Syria dan kerajaan negeri selatan adalah
Mesir. Raja yang bekuasa di Negeri Utara pada saat masa keemasan itu adalah
Raja Antiokhus Theos, dia dibutakan oleh karena kekuasaan yang desar yang dia
dapatkan pada waktu itu sehingga menggunakan nama “Theos” yang berarti “Tuhan”
dan memang benar kekuasaan dari dia sangat besar pada zaman itu. dan kerajaan
negeri selatan yang berkuasa pada saat itu adalah ptolemus II philodelphius.[13] Puteri dari ptolemus
philodelphius adalah Puteri berenike. Dia sebenarnya merasa dipaksa oleh
ayahnya untuk menikah dengan atiokhus Theos. Karena pada saat ayahnya matia raja
antiokhus hendak menikah lagi dengan laodike, namun dia dibunuh oleh laodike
dengan diracuni.
Juga
keturunannya tidak akan bertahan
Puteri
berenike memiliki anak dari hubungannya Raja Antiokhus Theos, namun sewaktu
Laodike membunuh raja Antiokhus dia juga memerintahkan kepada bawahannya untuk
membunuh Puteri Berenike dan juga anaknya. Anak itu dibunuh oleh karena bisa
saja menjadi Raja yang berkuasa di Syria. Sehingga dengan matinya raja
Antiokhus dan anak dari Puteri Berenike, menjadikan anak dari laodike Raja di
Syria dan seluruh kerajaan di utara.
Aplikasi
Tuhan
memberikan kepada manusia nubuatan supaya dapat berjaga-jaga. Dalam perpecahan
kerajaan Yunani dan kemudian persekutuan yang telah dibuat oleh kerajaan bagian
selatan dan Utara dengan menikahkan Raja negeri Utara dengan puteri raja negeri
selatan Tuhan sudah memberikan nubuatan itu kepada daniel. Tuhan yang
mengangkat Tuhan juga yang menurunkan, semua hal yang terjadi di dunia ini
sudah Tuhan tentukan. Dalam kedatangan Yesus juga Tuhan sudah nubuatkan.
Meskipun manusia merasakan kekecewaan dengan apa yang telah terjadi semuanya
adalah kehendak Tuhan. semua yang terjadi di dunia ini sudah Tuhan ramalkan
melalui para nabinya dalam nubuatannya.[14]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar